100 Hari Kerja Bupati Pangkep Akui Belum Sempurna, Ajak Masyarakat Kawal Programnya

PANGKEP, MEDIATA.ID —- RABU hari ini, 9 Mei 2021, pemerintahan HM Yusran Lalogau dan Syahban Sammana genap berusia 100 hari pasca pelantikan pada 26 Februari lalu. Sejumlah catatan pun mewarnai periode pemerintahannya sebagai titik awal untuk mencapai seluruh program dan janji kerja mewujudkan “Pangkep Hebat”.

Beberapa langkah yang telah dilakukan Bupati Pangkep di 100 hari kepemimpinannya, patut mendapat acungan jempol, sekalipun masih banyak harapan masyarakat yang belum bisa sempurna.

Progress 10 program sesuai dasa cita Pangkep Hebat juga masih perlu dievaluasi, apakah hanya sebatas launching seremoni atau benar-benar berjalan di masyarakat secara luas.

“Mari kita sama-sama mengawal program semua ini. Saya yakin setelah launching, mungkin masih banyak yang belum sempurna untuk diperbaiki, atau ada program yang sama sekali belum berjalan di tingkat OPD,” ujar Bupati Yusran Lalogau, pada penyampaian pencapaian Program 100 Hari Kerja di ruang pola kantor bupati Pangkep, Rabu 9 Juni.

Pada penyampaian program 100 hari kerja itu, hadir Forkompimda, pimpinan OPD, camat, lurah, serta anggota Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TBUP2D) Kab. Pangkep.

Di sela-sela pencapaian program itu, disampaikan juga narasi puisi yang teksnya dibacakan Asia Ramli Prapanca berjudul “Kita Semua Bersaudara”.

Bupati Yusran mengungkapkan 10 program yang sudah dilaunching masing-masing OPD terkait, baik yang sudah berjalan maupun dalam tahapan persiapan. Dia mencontohkan, program Pangkep Kuat. Di internal pemerintahan, pihaknya melakukan upaya konsolidasi internal yang meliputi kepegawaian, asset, keuangan, dan kelembagaan. Tujuannya, untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani,. “Untuk membangun birokrasi, kita harus mulai bersih dan harus nampak pelayanan terhadap publik. Penyelenggaran administrasi harus tertib,” jelas Bupati HM Yusran.

Tidak hanya melakukan konsolidasi internal, Pemkab Pangkep juga melakukan konsolidasi eksternal dengan memperkuat komunikasi intensif dengan seluruh elemen masyarakat, instansi, seperti Forkopimda, lembaga pemerintah lainnya seperti perbankan, BUMN dan BUMD juga dengan DPRD setempat.

Selain konsolidasi, pasangan Yusran-Syahban juga melakukan peletakan dasar pembangunan dengan misi Pangkep Hebat. Upaya tersebut dengan memperkuat pelayanan public, pembangunan ekonomi, pembangunan infrastruktur, pembangunan lingkungan hidup, pembangunan sosial dan kesejahteraan, serta pembangunan pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.

Hampir bersamaan, pemerintah kabupaten Pangkep juga melaunching aplikasi Simpada (sistem informasi manajemen pajak dan retribusi daerah) bekerja sama dengan Bank Sulselbar. Sedangkan untuk mendukung program Pusdamas (Pusat Data Masyarakat), DPMD juga menindaklanjuti penyampaian kepada kepala desa untuk menyiapkan rumah data desa.

Di bidang kesehatan, Bupati Pangkep mengimplementasikan dalam program Pangkep Sijagai. Program ini merupakan program unggulan bidang kesehatan yang dikemas dalam tiga kegiatan, yakni program home care dan home visit yang diaplikasikan dalam kegiatan kunjungan petugas medis secara berkala kepada pasien dengan kriteria penyakit kronis berat dan tidak mampu lagi ke sarana puskesmas atau rumah sakit.

Ada juga program Jemput Antar Ambulance, penanganan kedaruratan medik dan Layanan Panduan Call Center, yakni layanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kedaruratan medik di tempat dan yang membutuhkan bantuan ambulance akan segera dikunjungi tim yang bertugas.

Dalam aksi Pangkep Sijagai ini, pemerintah kabupaten melibatkan 3.265 tenaga kesehatan dari dua rumah sakit — RS Batara Siang dan Rumah Sakit Pratama. Sebanyak 23 puskesmas, dan 70 Puskesmas Pembantu. Ada juga dilibatkan 5 klinik, 38 unit ambulance, dan 1 unit ambulance laut. Program ini terus berlanjut di masyarakat. (*)

Comment