Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Unismuh Makassar Raih Sertifikat APEC Engineer

Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Muhammadiyah Makassar Ir. Firdaus, ST., M.Si., M.T., IAP., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng.

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Muhammadiyah Makassar Ir. Firdaus, ST., M.Si., M.T., IAP., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng. Berhasil meraih sertifikat Asia-Pacific Economic Cooperation Engineer (APEC Eng.) dari APEC Engineer Register Indonesia Monitoring Comitte Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Penghargaan sertifikasi profesi internasional ini diberikan dalam suatu rangkaian acara Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia 2023, di Nusa Dua Bali pada tanggal 20 November 2023.

Untuk diketahui, APEC Engineer adalah sertifikasi dibawah naungan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Perjanjian APEC yang berlaku di sejumlah negara yang berada dibawah naungan APEC bertujuan untuk mengakui “kesetaraan substansial” pada kompetensi profesional di bidang keinsinyuran.

“Dengan adanya APEC Engineer, dapat memberikan kesempatan kepada insinyur profesional untuk mendapatkan pengakuan profesional berdasarkan standar internasional yang disepakati dan ditetapkan di kawasan APEC sehingga dapat berkontribusi pada bidang keinsinyuran secara global,” kata Ir. Firdaus, Jumat 1 Desember 2023.

APEC Engineer memastikan bahwa insinyur profesional memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan kegiatan keinsinyuran di kawasan APEC sehingga berkontribusi terhadap globalisasi layanan teknik profesional.

Hal ini memberikan manfaat khusus bagi perusahaan-perusahaan teknik yang memberikan layanan kepada negara-negara APEC lainnya, namun juga memberikan nilai tambah bagi individu yang ingin pada tahap tertentu berpraktik di negara-negara APEC tersebut.

Adapun negara-negara anggota yang telah memiliki hak partisipasi dalam perjanjian adalah Indonesia, Australia, Kanada, Republik Rakyat Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Filipina, Rusia, Amerika Serikat, Peru, Meksiko, Chili, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam dan Papua Nugini.

Ir. Firdaus menambahkan, pengakuan ini menjadi salah satu capaian penting sebagai Insinyur Profesional yang dapat menjadi pendorong bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk memperoleh capaian rekognisi tingkat internasional khususnya di Universitas Muhammadiyah Makassar. Sehingga eksistensi dan karyanya dapat diakui dan bermanfaat baik secara nasional maupun internasional. (*)

Comment