Dr. Bunyamin M. Yapid Tegaskan Pentingnya Kerja Tim dalam Layanan Haji 2025

MEDIATA.ID — Kementerian Agama Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji, khususnya bagi jamaah lansia dan difabel. Program “Ramah Lansia dan Difabel” yang selama ini digaungkan terbukti berjalan efektif di lapangan, menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jamaah serta keluarganya.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Daerah Kerja (Daker) Makkah menugaskan petugas khusus untuk mendampingi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Para petugas ini dibekali tak hanya dengan pelatihan teknis, tapi juga dengan nilai-nilai keikhlasan dan tanggung jawab.

“Sebagai petugas haji yang diberikan amanah oleh negara untuk melayani tamu-tamu Allah, harus dibekali dengan tanggung jawab dan keikhlasan. Jika dua hal ini dimiliki, insya Allah pelayanan akan berjalan optimal,” ujar Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar.

Untuk mengantisipasi kejadian jamaah tersesat atau terpisah dari rombongan, PPIH Arab Saudi juga telah membentuk tim khusus di setiap sektor. Mereka bekerja dengan sistem koordinasi berbasis data manifest antar kloter, memungkinkan penanganan cepat saat jamaah ditemukan tersasar.

“Kerja tim kita mengandalkan konektivitas data yang solid dan koordinasi lintas sektor. Semua bergerak cepat dan tepat agar jamaah kembali dalam kondisi aman,” jelas Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Haji, Umrah, dan Hubungan Internasional, saat melakukan pemantauan langsung ke seluruh sektor di Daker Makkah.

Dalam pemantauan tersebut, Dr. Bunyamin juga menekankan pentingnya menjaga semangat kerja tim (teamwork) sebagai fondasi utama dalam pelayanan haji. Menurutnya, berbagai persoalan jamaah—mulai dari masalah koper, kamar hotel, pendamping yang tidak sekamar, hingga konsumsi—harus diselesaikan bersama.

“Dalam menghadapi jamaah, akan selalu muncul hal-hal yang di luar nalar kita. Maka penting bagi kita untuk tetap solid, menyelesaikan apa yang menjadi kegelisahan jamaah. Semua ini saling terkait dan harus menjadi atensi bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya saling bantu dan kolaborasi lintas tugas dan fungsi harus terus dijaga. “Insya Allah, semua akan dimudahkan jika kita bekerja dengan semangat dan hati yang tulus,” pungkasnya.

Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk nyata pelaksanaan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pelayanan haji yang berkualitas dan profesional untuk seluruh jamaah Indonesia di Tanah Suci. (*)

Comment