Rencana Umum Pengadaan Pemkot Makassar Tembus Rp1,1 T

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) untuo 8.217 kegiatan dengan nilai anggaran tembus Rp1,1 triliun.

Anggaran tersebut berasal dari APBD 2022 Kota Makassar berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) milik Layanan Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) per Senin, 7 Februari 2022.

Dimana, ada 51 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola anggaran lingkup Pemkot Makassar. Dari total tersebut hanya 27 OPD yang mengumumkan RUP.

Tiga OPD dengan anggaran RUP tertinggi ditempat Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Makassar.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda Makassar, Abdul Haris menuturkan, pihaknya berupaya melakukan percepatan pengumuman RUP. Namun, percepatan tersebut tergantung dari kesiapan setiap OPD lingkup Pemkot Makassar.

“Sesuai target Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) review harus tuntas dan diumumkan dalam Sirup pada Maret 2022. Sehingga proses tender bisa berjalan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Helmi Budiman Pemkot Makassar menyiapkan anggaran yang cukup besar pada tahun ini. Anggaran belanja daerah mencapai Rp4,96 triliun.

“Total belanja sebesar Rp4,96 triliun dari APBD 2022,” kata Helmi.

Ia menuturkan, total belanja daerah terdiri dari tiga item. Ada belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga (BTT).

Sebagian besar anggaran belanja daerah akan dihabiskan untuk belanja operasi. Nilainya mencapai Rp3,43 triliun. Sementara belanja modal dan BTT, masing-masing sebanyak Rp1,42 triliun dan Rp100 miliar.

“Lebih dari setengah total belanja daerah ini untuk belanja operasi. Belanja pegawai juga masuk dalam belanja operasi,” terang Helmi.

Secara rinci, belanja operasi terdiri dari belanja pegawai Rp1,37 triliun, belanja barang dan jasa Rp1,9 triliun, belanja hibah Rp153 miliar dan belanja bantuan sosial Rp7 miliar.

Untuk belanja modal terdiri dari anggaran belanja modal tanah sebesar Rp55,8 miliar, Rp257,6 miliar untuk peralatan dan mesin, gedung dan bangunan menyerap Rp639,1 miliar.

Lalu, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi sebanyak Rp435,2 miliar, belanja modal aset tetap Rp35,9 miliar dan aset lainnya Rp200 juta.

Comment