DPR Dorong BUMN Perluas Pasar Domestik dan Awasi Program Prioritas Nasional di Sulsel

MEDIATA.ID – Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program prioritas nasional sekaligus mendorong BUMN agar tidak hanya bergantung pada proyek pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua Tim Komisi VI DPR RI, Muh. Husein Fadlulloh, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (3/9/2025).

“Kunjungan kerja Komisi Enam pada kali ini, kami tentunya membahas bagaimana program-program daripada Presiden, program prioritas seperti KDKMP dan juga seperti MBG,” ujar Husein.

Ia menjelaskan, selain membahas program prioritas, Komisi VI juga memantau sejumlah proyek strategis nasional yang harus diawasi pelaksanaannya pada tahun 2024. Salah satunya adalah proyek Makassar Newport.

“Dan juga ada beberapa program strategis nasional yang memang harus kita pantau di 2024. Ada Makassar Newport, memang tadi kita bahas juga, dan juga tentunya penyaluran-penyaluran kredit daripada bank himbaran kepada para pengantar usaha UMKM yang ada di Provinsi Selatan Indonesia,” lanjutnya.

Terkait strategi DPR dalam mendorong kinerja BUMN, Husein menekankan pentingnya diversifikasi pasar. Menurutnya, BUMN tidak seharusnya hanya mengandalkan proyek pemerintah karena sifatnya yang terbatas secara waktu.

“Ya, tentunya kami terus-menerus memberikan dukungan, baik secara politis kepada kawan-kawan kami di BUMN, bahwasannya mereka jangan hanya mengandalkan program-program, proyek-proyek dari pemerintah,” ujarnya.

“Kami mendorong mereka untuk bisa membuka pasar sendiri, karena kalau mengandalkan daripada program pemerintah itu ada masanya, ada waktunya, tapi mereka tidak akan bisa mendorong,” jelasnya.

Lebih jauh, Husein menyebut bahwa pasar domestik masih sangat potensial untuk digarap oleh BUMN sebagai upaya memperluas jangkauan bisnis.

“Jadi, kami tadi dorong juga mereka untuk membuka akses pasar yang baru. Luar maksudnya bukan di luar negeri, tapi di domestik juga mereka bisa membuka akses pasar yang baru,” pungkasnya.

Comment