Ada Kisahnya, Untuk Apa Berdonasi ke Palestina?

Penulis: Gus Karimov

Di SURGA, saat semuanya sedang menikmati istana surga, taman-taman dan bidadari cantiknya, tiba-tiba seseorang teringat pada temannya dahulu.

Kisah laki-laki penghuni surga ini diabadikan Allah swt dalam surah Assaffat ayat 51, dan dan surah al kahfi ayat 32-42.

Artinya, kisah ini sangat penting, dan Rasulullah saw diperintahkan menceritakannya kepada umatnya untuk dijadikan renungan dan pelajaran.

Allah swt tidak menyebutkan nama laki-laki itu.

Nama tidak melulu harus disebutkan.

Tapi kata-kata yang sudah terucap akan tercopy paste dan diputar kembali kelak diakhirat.
Cobalah ingat-ingat kata-kata apa yang sudah kita ucapkan.

Sebab rekaman Malaikat Raqib-Atid lebih kejam daripada jejak digital.

قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ. يَقُولُ أَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَ

“Berkata seorang diantara penghuni surga, “sesungguhnya aku punya seorang teman dahulu ( didunia). Temanku itu berkata kepadaku, ” Untuk apa kamu bersedekah (berdonasi)?. QS. As Shaffat 51-52.

Lalu dikatakan kepadanya, maukah engkau melihatnya?
Maka iya pun diperlihatkan keadaan temannya itu, yang sedang di siksa ditengah nyala api neraka Jahannam.

Kisah dua laki-laki yang berteman ini, yang satu menjadi penghuni surga dan satunya lagi menjadi ahli neraka, juga Allah kisahkan dalam surat al kahfi 32-42.

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ

“Dan berilah kepada mereka (umatmu) perumpamaan dua orang laki-laki, yang seorang (ahli neraka) kami beri dua kebun…. “

Kisah ini, penulis arahkan kepada buzzer-buzzer yang terus nyinyir terhadap donasi Palestina.
Berhentilah nyinyir…

Sebab semua kata yang diucapkan pasti terekam dan diputar kembali kelak di akhirat.
Cukuplah kisah ini sebagai penegur.

Tak terlupakan juga mereka yang selalu nyinyir terhadap perjuangan Syariat dan Khilafah.
Sebab para pejuang khilafah terus menginfakkan harta, tenaga dan waktunya demi meraih surga dan ridho Allah swt.

Berkata yang baik atau diam lah…
Bertaubatlah sebelum terlambat…
Atau bayangkanlah saja tempatmu di neraka Jahim. (*)

Comment