Diskusi Women’s Inspire, Luna Vidya: Perempuan harus Cerdas Suarakan Politik

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Lembaga study kebijakan publik (LSKP) didukung oleh Women’s Democracy Network dan International Republican Institute dan kerjasama dengan Kaukus Perempuan Sulawesi Selatan serta Kaukus Perempuan Politik Sulsel melaksanakan Women’s Inspire.

Kegiatan ini merupakan program yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas perempuan, mengulik kehidupan perempuan dan bagaimana perempuan sebagai sosok inspirasi. Women’s Inspire kali ini adalah women’s inspire keempat dan salah satu dari tiga program lain yang akan dilaksanakan hingga Agustus mendatang.

Riska Islamiyah memandu acara. Dilaksanakan secara virtual melalui live streaming di Instagram Lskp.id. Sesuai jadwal, kegiatan dimulai dengan agenda memperkenalkan kegiatan kepada peserta diskusi oleh Host Riska Islamiyah. Women’s inspire kali ini diikuti oleh berbagai kalangan dari followers Luna Vidya sebagai narasumber maupun dari followers host Riska Islamiyah.

Usai agenda perkenalan kegiatan, dilanjutkan dengan pemaparan profil narasumber. Luna Vidya yang akrab dipanggil Luna adalah seorang Aktivis Hak Asasi Manusia dan Hak Perempuan, juga sebagai seorang seniman.

Luna Vidya merupakan keturunan Maluku dan lahir di Papua.

Luna Vidya merupakan penggiat Literasi, senang menulis dan memotret, konsultan komunikasi, seorang fasilitator di Yayasan Bakti, serta aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan pembangunan masyarakat.

Disamping kesibukan dalam pekerjaannya, sebagai seorang istri dan ibu empat orang anak, Luna Vidya aktif menyuarakan isu-isu HAM dan Perempuan melalui tulisanya dalam puisi. Hal tersebut sebagai bentuk Luna Vidya dalam menyikapi aktif membela HAM dan Papua.

“Setiap orang memiliki sikap dalam menyuarakan suaranya. Seorang aktivis tidak harus tentang turun dijalan menyuarakan isu-isu tersebut. Tapi, bagaimana konsistensi seseorang dalam menyuarakan isu-isu tersebut. Seni pertunjukan menjadi sarana yang paling sering saya suarakan terkait isu-isu kebijakan perempuan,” kata Luna Vidya dalam diskusi, Jumat 11 Juni 2021.

Luna Vidya mengatakan, perempuan harus memiliki literasi politik untuk mengetahui hak-haknya sebagai warga. Pendidikan politik sangat penting untuk diedukasikan pada masyarakat.

Meskipun Luna Vidya bukan orang politik maupun orang yang memiliki pengaruh di masyarakat, Luna Vidya tetap memiliki semangat yang tinggi dalam menyuarakan isu-isu sikap pikir perempuan dalam politik melalui bidang keahlian Luna Vidya lewat seni pertunjukaan.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah diri kita sendiri. Luna Vidya Ketika pindah ke Makassar menjadi kaum minoritas. Sebagai orang kulit hitam di tengah-tengah kaum mayoritas membuat Luna Vidya tidak menyerah dalam keadaan. Luna Vidya mengatasi hal tersebut dengan menerima keadaannya sebagai kaum minoritas bahwa dirinya memang berbeda. Penerimaan terhadap diri merupakan sikap pikir yang dimaksud untuk dimiliki tiap orang.

Menurut Luna Vidya kesetaraan gender itu tentang kontribusi dan saling mengharagai kesesama manusia terlepas dari perbedaan jenis kelaminnya. Luna Vidya pernah memiliki pengalaman buruk dalam kesetaraan. Memiliki nama yang sama dengan Luna maya sering menerima ledekan dari orang-orang yang membuat Luna Vidya tersinggung dan terluka.

Luna Vidya menanggapi komentar salah satu penonton dari live Instagram lskp.id tentang mayoritas Indonesia sudah mulai melupakan makna kemajukan. Kesetaraan dalam konteks kemajemukan adalah kesamaan akan segala akses yang dibutuhkan.

Kesetaraan adalah pekerjaan yang dimulai dari diri sendiri dengan ikut memberikan kontribusi. Salah satu motto hidup Luna Vidya adalah selalu bergerak dan tahu kemana akan bergerak. Tujuan itu penting dan cara mengetahui tujuan adalah melalui sikap pikir kita sendiri. Cibiran dari orang selalu Luna Vidya tanggapi dengan tidak menggugah tanggapan tersebut.

Luna Vidya banyak berbagi tentang makna kehidupan bahwa segala tantangan maupun hal negatif dalam hidup merupakan tanda hati-hati atau berhenti dalam menyikapi suatu masalah.

Luna Vidya mencita-citakan perempuan harus cerdas tentang politik dengan aktif menyuarakan hal tersebut. Perempuan harus berpendidikan, perempuan harus paham soal politik. Luna bermonolog di pasar tentang Luna Bukan Walikota sebagai bentuk aspirasinya saat menjelang pemilihan wali kota Makassar 2020.

Perempuan yang berdiri di parlemen diharapakan memiliki sikap pikir yang dapat mewakili suara-suara perempuan di masyarakat. Pada akhir sesi, Luna Vidya membacakan sebuah puisi sebagai penutup dalam kegiatan women’s inspire edisi empat. (rls)

Comment