IGI Protes Kenakan Baju PGRI Pada HGN 2018


MAKASSAR,MEDIATA.id— Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengklaim banyaknya protes dari guru di berbagai daerah soal baju PGRI pada Simposium HGN 2018.


Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, protes ini menyusul instruksi membawa baju batik PGRI sesuai surat bernomor 22849/B5.4/GT/2018 perihal Undangan Peserta Simposium HGN tahun 2018 tertanggal 26 November 2018 yang ditandatangani MQ Wisnu Aji selaku Plt Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan.
“Kawan-kawan IGI di daerah baik yang menjadi bagian dari undangan itu maupun yang tidak, menyampaikan protesnya mengingat saat ini mereka tak lagi menjadi anggota PGRI,” kata Ramli.


Menurut Ramli, kegiatan yang akan dihelat 30 November-3 Desember di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor ini malah ditengarahi sebagai kegiatan politik terselubung.
Sehingga Kemendikbud pun berkepentingan menginstruksikan semua guru yang sengaja dibuatkan kegiatan oleh Kemdikbud lalu dipaksa menggunakan baju PGRI lalu digiring ke stadion agar massa terlihat banyak.


“Kemendikbud sebaiknya jangan sibuk dengan urusan politik seperti ini termasuk mempolitiking organisasi guru. Kegiatan yang tidak melibatkan organisasi guru selain PGRI ini seharusnya cukup menjadi kegiatan PGRI, tak perlu kemendikbud sibuk mengerahkan massa seolah-olah ini gerakan pengerahan massa seperi partai politik atau tim sukses calon,” katanya.


Apalagi di Sulsel, lanjutnya, informasi yang dihimpun dari PGRI Sulsel, guru anggota PGRI berjumlah 52 ribu orang dari total 115.253 guru se-Sulsel.


“Ini sekali lagi memberi signal bahwa Kemendikbud tidak serius mengurusi masalah pendidikan malah sibuk mengurus organisasi guru yang samar-samar sibuk berpolitik,” tandasnya.


Karena itu, Ramli menginstruksikan guru yang menjadi anggota IGI tetap menggunakan baju IGI. Jangan ada anggota IGI yang mau dipaksa mengenakan baju PGRI. (Gustamin/As’ad)

Comment