Kemendikbud Rancang Grand Design Zonasi Guru

MAKASSARMEDIATA.id– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merancang grand design zonasi guru.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, grand design tersebut untuk menangani masalah pendidikan secara menyeluruh yakni yang dikenal dengan istilah zonasi. Jumlah zonasi saat ini sudah ditetapkan di lebih dari 2.500 zona.

“Isu yang kami usung adalah pemerataan berkualitas. Kami harapkan agar di setiap zona, kualitas pendidikannya rata, tidak boleh ada kesenjangan yang terlalu jauh,” ujar Muhadjir.

Zonasi juga bisa digunakan untuk menata guru. Sekarang ini terjadi ketimpangan jumlah guru di beberapa daerah. Dengan zonasi maka jumlah guru PNS dan honorer harus merata. Selain itu, juga harus ada rotasi.

Untuk guru PNS, maksimum empat tahun mengajar di satu tempat. Begitu juga dengan kepala sekolah. Hanya guru bagus yang bisa menjadi kepala sekolah. Dan hanya kepala sekolah bagus bisa menjadi pengawas.

Saat ini, Kemendikbud sedang memperjuangkan tunjangan khusus untuk jabatan kepala sekolah dan pengawas. Yang memiliki kedaulatan di masing-masing zona adalah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Tentu saja kepala dinas pendidikan tetap memiliki otoritas di dalamnya. Bahkan untuk pembinaan pelatihan guru akan kami turunkan langsung ke zona,” tandas Muhadjir.

Kekurangan PNS guru juga terjadi di Kota Makassar. Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar tak memungkiri hal tersebut. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Makassar, Ahmad Hidayat mengaku, Makasssr sangat butuh dengan PNS guru.

“Saat ini, tdak seimbang antara guru yang pensiun dengan kebijakan pengangkatan guru baru,” beber Hidayat.

Di mana, ratusan guru pensiun di Makassar setiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan guru, maka hadirlah honorer dan tenaga kontrak. (**)

Comment