Pelaku Curas di Bontonompo Ditembak Polisi

GOWA,MEDIATA.id – NS alias Eko (18) yang sempat buron selama tiga hari usai melakukan pencurian denga kekerasan (curas) terhadap warga Kecamatan Bontonompo Gowa berinisal NR pada (26/10) lalu, terpaksa dilumpuhkan dengan timas panas lantaran dirinya mencoba melarikan diri dari kendaraannya pasca akan dilakukan penangkapan oleh Tim Anti Bandit (TAB) Polres Gowa dan Timsus Polda Sulsel.

Itu diungkapkan Kasubag Humas Polres Gowa Akp. M. Tambunan saat Gelar Press Conference dihalaman Mapolres Gowa didampingi Kapolsek Bontonompo Iptu Syahrir, Kanit Reskrim Polsek Bontonompo Ipda Nurmandan, Rabu (31/10) siang tadi.

” Jadi, pelaku ini kita lumpuhkan karena mencoba melarikan diri dari kendaraannya saat akan di tangkap di Jalan Dg tata Makassar,” ungkapnya.

Sebelumnya Tim sempat mencari pelaku ke kampung halamannya di Kecamatan Bontosunggu Kabupaten Jeneponto namun pelaku tidak berada disana.

” Pada 30 Oktober 2018 Tim khusus Polda Sulsel, Tim Anti Bandit dan Unit reskrim Polsek Bontonompio melakukan pengejaran di Kabupaten jeneponto namun nihil, tetapi beberapa jam kemudian tim gabungan mendapat informasi keberadaan tersangka,” katanya.

Saat ditanya polisi, pelaku mengakui telah melakukan tindakan kekerasan terhadap NR lantaran dirinya sakit hati, karena korban NR menolak bersetubuh dengan Pelaku.

” Jadi, kronologisnya berawal dari perkenalan antar pelaku dan korban melalui media sosial, kemudian pelaku mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri hingga sebanyak dua kali, namun selanjutnya pelaku meminta lagi tetapi korban sudah tidak mau,” terang Kasubbag Humas Polres Gowa.

Usai menganiaya korbannya, kata Tambunan dihadapan awak media, pelaku mengambil barang milik korban berupa tiga buah handpone yakni Samsung TAB, Samsung J1, dan Satu merek Polytron.

” Selain barang bukti tersebut kami juga mengamankan satu unit sepeda Motor Honda Beat DD 5241 XU warna hitam yang digunakan pelaku, satu lembar sarung dan satu buah Gagang pisau dapur terbuat dari aluminium,” tambahnya.

Akibat perbuatannya pelaku kini dijerat dengan pasal 365 (1) KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.penulis Abd.Kadir

Comment