Alhamdulillah, PPPA DQ Makassar Kirim Truk Logistik Tahap IV ke Sulbar

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Team Sigab PPPA Daarul Qur’an (DQ) Makassar kembali kirimkan truk berisi bantuan logistik untuk masyarakat Sulbar korban Bencana Alam Gempa Bumi beberapa waktu lalu.

Truk logistik ini berisi sejumlah bahan kebutuhan pokok, diantaranya beras, kebutuhan dapur, pakaian, perlengkapan shalat, celana dewasa, pakaian balita, baju kaos, dan sarung.

Hingga saat ini, Team Sigab PPPA DQ Makassar masih berada di posko Dusun Deking Desa Lombong Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, Sulbar. Mereka yang masih standby di posko yakni Ust Rustang, Yusril, Dewi, Candra dan Syahrul.

“Pengiriman logistik tahap 4, Insya Allah malam ini akan diberangkatkan kembali ke Sulbar. Semoga Allah berkahi semua aktivitas, niat serta uluran tangan kitaaaa yang terus memikirkan kebutuhannya. Insya Allah menjadi hujjah di akhirat kelak,” kata Pimpinan PPPA DQ Makassar, A. Kurniawan, Kamis 25 Februari 2021, malam.

Tak hanya menyediakan dapur umum, Team Sigab PPPA DQ Makassar juga melakukan program trauma healing (menghilangkan trauma pada anak), pemantauan kesehatan masyarakat dan ibu hamil.

“Sejumlah desa yang masih dalam kontrol kami PPPA DQ. Team terus nyisir pengungsian untuk mengecek kebutuhan. Seperti pokok bayi, dan lainnya. Musim hujan dan angin kencang, jadi team masih stay dan antisipasi. Sejumlah desa masih diawasi di Kecamatan Malunda, Ulumanda Majene, dan Tapalang Mamuju. Dan lainnya yang butuhkan,” kata Andi Khuno sapaan akrab A. Kurniawan.

Dia menambahkan, team sigab PPPA DQ Makassar turut melakukan aktivitas medis di lokasi pengungsian, kontrol kesehatan warga hingga pembinaan Al Quran.

Penyakit ditemukan di lokasi pengungsian diantaranya kolestrol, gula, rematik, sakit perut, ginjal, sesak nafas, dan patah tulang.

“Alhamdulillah, team tiap hari memasak di dapur umum kita berkisar 35-45 kg beras per hari. Setara dengan 420 – 540 paket nasi untuk santri dan warga. Kami juga kirim bidan ke lokasi pengungsian karena banyak juga ibu hamil yang butuh kontrol dan anak bayi,” katanya. (*)

Comment