Sosok Almarhum AGH Sanusi Baco Ulama Kharismatik dan Lembut

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Ribuan orang pelayat dari berbagai daerah mengantar jenazah almarhum Anregurutta KH Sanusi Baco di peristirahatan terakhirnya, di Talawe, Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan.

Di lokasi, Ahad 16 Mei 2021, sejumlah tokoh penting hadir memberikan ucapkan belasungkawa. Sejumlah tokoh yang tampak terlihat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman, Bupati Maros, anggota legislatif, dan Ustadz Muh Nur Maulana.

Sejumlah tokoh yang hadir maupun tak sempat hadir mengenang sosok Almarhum AGH Sanusi Baco sebagai ulama kharismatik, lembut dalam berdakwah, arif dan bijaksana dan berwawasan keilmuan yang luas.

1. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kedalaman dan luasnya wawasan AGH Sanusi Baco, pengalaman dan memelihara kebersamaan di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU), menjadikan sosok yang bisa diterima seMua golongan dan umat beragama.

“Beliau itu ulama besar bangsa, bukan hanya karena kita orang Bugis-Makassar,” ujar Syahrul.

Bagi dirinya, AGH Sanusi Baco adalah tokoh tempatnya, konsultasi, bertanya, dan meminta nasihat sebelum mengambil keputusan strategis.

“Beliau almarhum tempat saya menanyakan terakhir semua keputusan strategies yang saya aka ambil untuk kepentingan orang banyak.”

“Beliau orang hebat dan arif sekali, saya, sulsel, bahkan Indonesia kehilangan ulama yang hebat.Innalillahi, alfatihah untuk Pak Kiai.” tambah Syahrul.

2. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, 3 kali kalimat Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. “Kita tentu sangat kehilangan tokoh yang menjadi rujukan bahkan menjadi rujukan bagi kami di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkapnya, melalui siaran pers pada Ahad 16 Mei 2021.

KH Sanusi Baco merupakan sosok yang kharismatik dan selalu membawa ketenangan dalam setiap ceramahnya. Ia juga memiliki banyak santri dan dikagumi masyarakat. Maka tidak heran apabila banyak masyarakat, santri hingga mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla serta para alim ulama dan kiai lain turut mengikuti sholat jenazah.

Salah satunya yang terakhir, saat KH Sanusi Baco memberi nasehat yang menyejukkan menanggapi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar beberapa bulan lalu.

“Beliau selalu berceramah dengan sangat sejuk, santun, dan terang benderang dalam menyampaikan nasehatnya posisi Islam berlepas diri dari mereka yang melakukan aksi teror itu dan bagaimana beliau menjelaskan dengan sangat mudah dipahami bagi kita semuanya. Beliau selalu memberi kesejukan setiap dakwahnya-dakwahnya,” jelasnya.

Ada banyak nasehat dan petuah dari AGH Sanusi Baco. “Paling saya ingat beliau sampaikan bahwa ketika berjalan maka selalulah meminta inayah-Nya, pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. karena usaha tidak akan mampu menembus, kecuali inayah pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

3. Bupati Maros Chaidir Syam

“Waktu saya deklarasi, Oktober 2020, Pak Kiai datang mendoakan pasangan kami sebelum kampanye . Pak (Ashabul) Kahfi pun berujar spontan, ini tanda-tanda dari langit sudah turun,” kata Chaidir.

Cerita Chaidir ini dibenarkan Irfan AB dan putra sulung Gurutta, M Irfan Sanusi. Setelah moment itu, Chaidir pun menang di Pilkada Maros.

Beberapa hari usai, pelantikan kepala daerah, Chaidir mengundang Gurutta Sanusi datang ke rumah jabatan bupati, di samping Masjid Raya.

Kebetulan, di akhir Februari 2021 itu, Guruttta Sanusi menghadiri acara pelantikan GP Ansor dan NU Maros.

Di rumah jabatan itulah, Bupati Chaidir kembali meminta Gurutta agar mendoakannnya untuk bisa memanggul amanah lima tahun kedepan di kabupaten kelahiran Gurutta, Maros.

“Alhamdulillah, dengan senang hati, Pak Kiai datang. KEbetulan saat itu, saya dan keluarga baru mau masuk ke rumah jabatan, setelah hampir 10 tahun tak ditinggali bupati sebelumnya (M Hatta Rahman).”

Chaidir mengenang, sosok Gurutta Sanusi sebagai ulama yang lembut, santun, dan isi ceramahnya selalu menyentuh jiwa, bisa diterima semua golongan dan tidak berafiliasi atau menyindir golongan tertentu.

Chaidir mengaku juga ikut terlibat dalam proses pemakaman adik dan ipar kandung Gurutta, KH M Said Baco, yang meninggal dunia saat dia sudah menjabat bupati.

Dia juga berharap pesantren Nahdlatul Ulum yang ada di Soreang, Barandasi, bisa mencetak ulama-ulama khas seperti Kiai Haji Sanusi Baco Lc.

4. Rektor UNM Prof Husain Syam

Rektor UNM, Prof Husain Syam mengatakan, kepergian beliau sangat kehilangan sosok yang patut diteladani. “Kita semua, utama saya secara pribadi, telah kehilangan sosok seorang guru. Kita berdoa semoga almarhum husnul khotimah dan jannah adalah tempatnya,” katanya.

Prof Husain Syam mengaku kerap mendapatkan wejangan agama dan kepemimpinan dari Almarhum Sanusi Baco yang juga merupakan Ketua MUI Sulsel.

“Setiap kali saya dan anregurutta berdiskusi, saya selalu mendapatkan ilmu baru. Kini salah satu teman diskusi dan guru teladan yang sangat kita cintai telah menghadap Allah SWT,” ungkapnya. (*)

Comment