Tim Yustisi Makassar Sosialisasi ProtKes di Sara’ba SC

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Tim Yustisi Penegakan Perwali No. 51 Tahun 2020 Kota Makassar sosialisasi Protokol Kesehatan (ProtKes) di tempat nongkrong Sara’ba Sungai Cerekang (SC), Kamis 12 November 2020, malam.

Sebelumnya, Tim Yustisi ini melakukan penerapan disiplin dan penegakan hukum protkes di jalan Penghibur Anjungan Pantai Losari, saat sore hari, di hari yang sama.

“Kami senantiasa mensosialisasikan dan melakukan penerapan disiplin, penehakan hukum perwali No. 51. Ini kegiatan kesekian kali kami lakukan.,” kata Kasat POL-PP Kota Makassar, Iman Hud S IP MSi, Kamis, 12 November 2020, malam.

“Jadi sosialisasi perwali 51 wajib pakai masker dan jaga jarak, beberapa pekan terakhir kurang tersentuh di Sara’ba Sungai Cerekang. Kami ada dua tim, pertama bertugas edukasi, kedua bertugas penindakan,” kata Iman.

Menurutnya, setelah pihaknya melakukan edukasi dan sosialisasi perwali 51 , ke pelaku usaha (pemilik/penjual sara’ba) dan pengunjung. Beberapa hari kedepan akan ddilakukan tindakan bila ada melanggar.

Jangan Kasih Kendor

Meskipun ditetapkan bahwa Makassar Zona Orange Covid-19, penerapan protokol kesehatan jangan di kasih kendor.

“Kita tidak ingin. Jangan sampai terjadi tambah kasus. Satuan gugus tugas telah bubarkan. Bukan berarti kita harus abaikan atau lalai protokol kesehatan. Kita harus waspada, karena kita tidak tau yang namanya episentrum gelombang kedua virus covid-19.

Beberapa waktu lalu terjadi kenaikan, dari 0,77 naik menjadi 1,1 (kasus covid). Hasil analisis ahli Epidemiolog mengatakan liburan panjang sebabkan akng naik,” jelas Iman Hud.

Iman Hud menuturkan, segala tempat yang punya potensi penyebaran virus, harus intensip dilakukan pengawasan dan penindakan.

Seperti di tempat umum, wisata, dan tempat keramaian.

“Kami berharap bahwa, kesadaran masyarakat itu. Kami tidak bisa mengawasi masyarakat terus menurus. Di tempat dewan kesenian Makassar ada cafe dan warkop, beberapa toko-toko di Somba Opu pemilik dan pengunjunga wajib pakai masker.

Inikan hidup normal, ekonomi harus kembali normal, tapi jangan abaikan protokol kesehatan,” kata Iman Hud. (*)

Comment