Ketum DPP AMPD kritik Pertamina umumkan LPG dan BBM Naik Lewat TV

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat Zulfikar Hamonangan

JAKARTA, MEDIATA.ID — Komisi VII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero), di Gedung Nusantara I Komplek Parlemen, Senayan Rabu 6 April 2022.

Dalam RDP tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat Zulfikar Hamonangan menyoroti kenakan harga BBM yang berdampak signifikan pada semua komoditas, seperti misalnya minyak goreng, telur, gula pasir dan lainnya. Dari kenaikan harga BBM ini tentu saja menimbulkan banyak persoalan di tengah masyarakat.

pertama minyak goreng naik dan langka, kedua datang lagi kelangkaan masalah gula pasir, datang lagi kenaikan harga telur,

“Pertama minyak goreng, itu menjadi kampanye emak-emak akibat minyak goreng yang naik dan langka.Kedua gula pasir, datang lagi gula pasir, sekarang datang lagi kenaikan harga BBM akibat perang Ukraina,” kata Zulfikar Hamonangan.

Zulfikar juga Ketua Umum DPP AMPD mengatakan, memang berhasil kegiatan balap di Mandalika, tetapi setelah itu sedih lagi kok perang Rusia-Ukraina menjadi beban rakyat indonesia. Pertamina berasalan BBM naik akibat perang Rusia-Ukraina tak kunjung usai. Padahal, kata Zulfikar, selama ini rakyat sudah sabar menyikapi lonjakan harga sejumlah komoditas.

“Lalu sekarang datang lagi harga LPG naiik lagi. Lalu apakah solusi Pertamina kedepan. Apakah DIrut Pertamina ada jaminan BBM turun lagi jika perang Rusia-Ukraina selesai, besok saya telepon Putin,” kata Zulfikar.

Dirinya bersyukur meski dalam 2 tahun terakhir diterpa badai pandemi Covid-19, masyarakat tetap sabar. Sejauh ini, pengamatan Zulfikar tidak ada indikasi masyarakat akan melakukan huru hara. “Mudah-mudahan tetap stabil situasi negara kita ini,” katanya.

Di hadapan Direksi Pertamina, Zulfikar kemudian menyinggung tentang kenaikan bahan bakar jenis Pertamax. Apalagi, pemerintah dikabarkan akam menaikkan harga Elpiji 3 kg yang jelas peruntukannya untuk masyarakat kecil.

Atas dasar itu, ia meminta jaminan Pertamina ketika perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina selesai harga komoditas migas akan turun secara otomatis.

Zulfikar Hamonangan menambahkan, soal kemacetan puluhan kilometer akibat antrian truk-truk pengisi bahan bakar Solar. Seharunya kalau tahu solar langka, Pertamina mengatur manajemen distribusi pengisian. “Bisa dari jam 1 pagi sampai jam 5 subuh. Bukan di jam-jam sibuk jam kerja, bisa puluhan kilometer antriannya di jalan,” ungkapnya.

Diakhir kalimatnya, Zulfikar Hamonangan meminta Pertamina sebelum menaikkan harga curhat dulu dengan Komisi VII DPR RI, jangan langsung umumkan di televisi. “Maka dalam ksempatan forum ini, saya mengajak Dirut Petamina cuhat dululah sebelum menaikkan harga,” katanya. (*)

Comment