MEDIATA.ID — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali mencuri perhatian publik. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, bank hasil merger tiga bank syariah BUMN ini justru melaporkan kinerja kinclong. Tak tanggung-tanggung, laba bersih tahun 2024 mencapai Rp7,01 triliun. Dari angka fantastis itu, BSI akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,05 triliun kepada para pemegang saham.
Tak hanya membagikan cuan, BSI juga memperkenalkan sosok baru di pucuk pimpinan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, nama Anggoro Eko Cahyo resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama menggantikan kepemimpinan sebelumnya.
Dividen Meningkat, Kinerja Moncer
Para investor boleh bernafas lega. Dividen per lembar saham untuk tahun buku 2024 ditetapkan sebesar Rp22,78, naik 22,86% dibanding tahun sebelumnya. Ini jadi bukti nyata dari performa keuangan yang solid.
“Pembagian dividen ini adalah bentuk apresiasi kepada pemegang saham yang selama ini setia mendukung BSI,” ujar Bob Tyasika Ananta, Wakil Direktur Utama BSI.
Selain membagikan dividen, BSI menyisihkan 20% laba bersih sebagai cadangan wajib, sementara 65% lainnya ditahan untuk ekspansi dan penguatan modal.
Siapa Anggoro Eko Cahyo?
Nama Anggoro Eko Cahyo memang bukan orang baru di dunia keuangan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur di sektor perbankan BUMN dan dikenal sebagai figur yang kuat dalam hal transformasi digital dan tata kelola korporasi.
Dengan latar belakang pengalaman yang kaya, kehadiran Anggoro diharapkan membawa napas baru bagi BSI. Terlebih, bank ini tengah memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar perbankan syariah sekaligus pemain global di masa mendatang.
“Kami percaya kepemimpinan baru ini akan membawa BSI menjadi lebih kompetitif secara global, selaras dengan visi kami sebagai bank syariah modern,” kata Bob.
Strategi 2024: Dari BYOND hingga Bisnis Emas
Keberhasilan BSI tak lepas dari sederet langkah strategis sepanjang tahun lalu. Di antaranya:
- Peluncuran BYOND by BSI, platform digital banking terbaru.
- Ekspansi infrastruktur dengan memperbanyak mesin ATM/CRM, EDC, BSI Agent, dan merchant QRIS.
- Pengembangan lini bisnis baru seperti tabungan haji, bancassurance, bisnis emas, hingga treasury.
Strategi tersebut berhasil mendorong efisiensi, memperluas layanan, dan membuka sumber pendapatan baru bagi BSI di tengah tantangan pasar yang kompetitif.
Susunan Baru Direksi dan Komisaris
Tak hanya Dirut baru, RUPST juga menetapkan susunan baru jajaran direksi dan dewan komisaris. Beberapa nama baru yang masuk di antaranya:
Direksi:
- Anggoro Eko Cahyo – Direktur Utama
- Bob Tyasika Ananta – Wakil Direktur Utama
- Muharto – Direktur IT
- Kemas Erwan Husainy – Direktur Retail Banking
- Arief Adhi Sanjaya – Direktur Compliance & Human Capital
…dan lainnya.
Komisaris:
- Muhadjir Effendy – Komisaris Utama
- Felicitas Tallulembang – Komisaris Independen
- Nizar Ahmad Saputra – Komisaris Independen
…dan lainnya.
Dewan Pengawas Syariah:
- Hasanudin (Ketua), bersama tiga anggota lainnya.
Pengangkatan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan OJK.
Keputusan Lain RUPST
Tak kalah penting, pemegang saham juga menyetujui beberapa hal berikut:
- Laporan keuangan tahun buku 2024
- Penunjukan akuntan publik untuk audit 2025
- Tantiem dan gaji direksi/komisaris
- Penggunaan dana sukuk berkelanjutan
- Rencana pemulihan (Recovery Plan)
- Penetapan limit hapus buku atas piutang macet
Optimisme ke Depan
Dengan seluruh keputusan strategis ini, BSI menyatakan siap menghadapi tantangan 2025. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas kepercayaannya. BSI akan terus bertransformasi, memperkuat SDM, dan membangun kapabilitas bisnis yang unggul,” tutup Bob. (*)

Comment