Wisuda Sekolah Lansia dan Wisuda Tamasya di Kerabat Resmi Digelar

MEDIATA.ID – Kegiatan Wisuda Sekolah Lansia dan Wisuda Tamasya di Kerabat resmi digelar pada Selasa pagi pukul 08.00 WITA. Acara yang dihadiri ratusan peserta ini berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, termasuk perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, serta Bupati Maros Chaidir Syam.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang KSPK, Nopian Andusti, SE, MT, menekankan pentingnya peningkatan kesiapan Indonesia dalam menghadapi perubahan struktur penduduk. Berdasarkan Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024, sebanyak 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia, dengan rasio ketergantungan mencapai 17,76. Data tersebut menandai bahwa Indonesia telah resmi memasuki era aging population.

Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam pemenuhan hak anak usia dini. Pada tahun 2023, terdapat 30,2 juta anak usia 0–6 tahun, di mana 12,92 persen hidup di bawah garis kemiskinan dan baru 86,33 persen yang memiliki akta kelahiran.

Dalam kesempatan tersebut, Nopian menegaskan perlunya kebijakan yang komprehensif untuk menjawab tantangan pada dua kelompok ekstrem usia—anak usia dini dan lansia. Melalui berbagai program strategis, Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong peningkatan kualitas hidup lansia dan keluarga, antara lain melalui:

  • Bina Keluarga Lansia (BKL)

  • Sekolah Lansia BKKBN

  • Program Lansia Berdaya (SIDAYA)
    dengan tujuh dimensi lansia tangguh: spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan

Program Sekolah Lansia bertujuan membentuk lansia SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif.

Sementara itu, program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dirancang untuk memperkuat praktik pengasuhan positif di TPA dan daycare. Program ini mencakup empat layanan utama: peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang, peningkatan keterlibatan orang tua, serta layanan rujukan.

Seiring meningkatnya kebutuhan orang tua bekerja, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan inovasi TAMASYA di KERABAT, yaitu kelas pengasuhan daring melalui Zoom Meeting dan siaran YouTube. Program ini telah dilaksanakan 8 kali di tingkat provinsi dan 9 kali di tingkat nasional sebagai solusi bagi orang tua yang tidak dapat hadir dalam kelas pengasuhan konvensional.

Kegiatan wisuda yang digelar hari ini menjadi bentuk penghargaan bagi para peserta Sekolah Lansia dan program Tamasya yang telah mengikuti seluruh proses pembelajaran. Nopian menegaskan bahwa lansia harus dipandang bukan sebagai beban, melainkan sebagai “Lansia Tangguh” yang sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat.

Di akhir sambutannya, Deputi KSPK secara resmi membuka kegiatan Wisuda Sekolah Lansia dan Wisuda Tamasya di Kerabat, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.


Eksplorasi konten lain dari mediata.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Comment