Diikuti 300 Stan Se-Indonesia, Makassar Jadi Tuan Rumah Puncak HUT ke-46 Dekranas 2026

MEDIATA.ID — Kota Makassar bersiap menyambut ribuan delegasi dari seluruh penjuru tanah air. Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara resmi mengumumkan pelaksanaan malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang akan dipusatkan di Trans Studio Mall (TSM) Makassar pada 8–11 Juli 2026 mendatang.

​Perhelatan berskala nasional ini dinilai menjadi momentum luar biasa strategis untuk mengamplifikasi kekayaan kerajinan, wastra (kain tradisional), serta industri kuliner Nusantara. Langkah ini sekaligus menjadi panggung besar untuk mendongkrak daya saing produk UMKM Indonesia menembus pasar global.

​Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, konsep penyambutan tamu kali ini dirancang jauh lebih terintegrasi sejak dari pintu kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Para tamu dan perwakilan Dekranasda se-Indonesia akan langsung disambut alunan petikan musik tradisional kecapi serta atraksi menenun secara langsung (live weaving) khas Sulawesi Selatan.

​Target Dampak Ekonomi Riil bagi Pelaku Industri Kreatif

​Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan, penunjukan Makassar sebagai pusat pelaksanaan HUT ke-46 Dekranas tidak boleh sekadar sukses dari sisi seremonial belaka. Target utama dari agenda ini adalah terciptanya perputaran ekonomi riil yang langsung dinikmati oleh para perajin lokal.

​”Kami ingin memastikan seluruh tamu yang datang ke Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, memperoleh pengalaman kultural yang mendalam. Kami menjamin rasa aman, kenyamanan akomodasi, serta pelayanan informasi yang prima sehingga mereka pulang dengan membawa impresi positif tentang keramahan daerah kita,” ungkapnya.

​Etalase Produk Premium: Dari Tenun Sutra Hingga Anyaman Lontar

​Pasar kriya akbar ini dijadwalkan akan menghadirkan lebih dari 300 stan eksklusif yang diisi oleh pelaku UMKM dan perajin maestro dari berbagai provinsi di Indonesia. Beragam produk unggulan bernilai estetika tinggi akan dipamerkan secara masif, mulai dari tenun sutra halus, tas anyaman tudung khas Luwu Timur, hingga produk anyaman lontar yang telah diakui di panggung nasional.

​Guna menyemarakkan atmosfer festival, para pengunjung domestik maupun mancanegara juga akan dihibur oleh rentetan pertunjukan seni budaya spektakuler, salah satunya atraksi ketangkasan bola paraga.

​Tidak ketinggalan, ajang ini juga dirangkaikan dengan festival kuliner orisinal yang menghadirkan ragam hidangan autentik dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, menjadikannya magnet investasi baru di sektor wisata kuliner terpadu. (*)

Comment