Kapal Pinisi, AI hingga Produk Daur Ulang, Ini Alasan Booth Makassar Jadi Magnet di APEKSI 2026

MEDIATA.ID — Di tengah puluhan stan pemerintah kota pada Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Medan, satu booth paling sering mengundang pengunjung berhenti untuk memotret, bertanya, hingga mencoba berbagai atraksi digital. Booth tersebut milik Pemerintah Kota Makassar.

Bukan sekadar memamerkan program kerja pemerintah, Makassar menghadirkan pengalaman yang memadukan budaya, teknologi, ekonomi kreatif, hingga inovasi lingkungan dalam satu ruang pameran.

Replika Kapal Pinisi berdiri megah sebagai ikon utama. Di dalamnya, pengunjung diajak mengenal aksara Lontara, mencoba foto berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), memainkan permainan tradisional dalam teknologi Virtual Reality (VR), hingga melihat langsung bagaimana sampah plastik diubah menjadi produk bernilai ekonomi.

Konsep tersebut membuat booth Makassar menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026.

Pinisi Masih Menjadi Simbol yang Sulit Dikalahkan

Hal pertama yang menarik perhatian adalah replika Kapal Pinisi.

Bagi Makassar, Pinisi bukan sekadar kapal kayu. Kapal tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda itu menjadi simbol kejayaan maritim Nusantara sekaligus identitas masyarakat Sulawesi Selatan.

Banyak kepala daerah maupun delegasi dari berbagai kota terlihat berhenti untuk mengabadikan replika tersebut sebelum memasuki area utama booth.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan konsep yang dihadirkan memang sengaja dirancang agar pengunjung dapat mengenal Makassar dari berbagai sisi.

“Booth ini memperlihatkan banyak hal yang bisa dilihat sekaligus dieksplorasi, mulai dari budaya, inovasi hingga potensi ekonomi kreatif Kota Makassar,” ujarnya.

Ketika AI Bertemu Budaya Lokal

Yang membedakan booth Makassar dibanding banyak peserta lain adalah keberanian menggabungkan teknologi modern dengan budaya tradisional.

Pengunjung dapat mencoba teknologi foto berbasis AI, menikmati tampilan multimedia berbagai program pembangunan kota, hingga memainkan permainan tradisional Makassar dalam bentuk Virtual Reality.

Pendekatan tersebut menjadi cara baru memperkenalkan budaya kepada generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

Sampah yang Berubah Menjadi Produk Bernilai

Salah satu sudut yang paling banyak menarik perhatian adalah area ekonomi sirkular.

Melalui kolaborasi dengan Rappo Indonesia, Pemerintah Kota Makassar memperlihatkan proses mengubah limbah plastik menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.

Mulai dari gantungan kunci, tas belanja ramah lingkungan, hingga berbagai produk kreatif lainnya dipamerkan sebagai bukti bahwa sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong ekonomi hijau.

UMKM dan Seni Tradisional Ikut Tampil

Booth Makassar juga menjadi panggung promosi bagi pelaku UMKM binaan Dekranasda.

Berbagai produk kerajinan, kuliner khas, serta karya kreatif dipamerkan kepada ribuan pengunjung Indonesia City Expo.

Suasana semakin hidup ketika seniman Passinrilik membawakan sastra lisan Sinrilik yang diiringi alat musik tradisional kesok-kesok.

Perpaduan seni pertunjukan dan teknologi modern menjadi salah satu daya tarik yang jarang ditemukan pada booth pemerintah daerah lainnya.

Lebih dari Sekadar Pameran

Bagi Pemerintah Kota Makassar, kehadiran di Indonesia City Expo bukan hanya bertujuan mempromosikan daerah.

Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama antarkota, memperkenalkan potensi investasi, serta memperluas jejaring ekonomi kreatif.

Munafri berharap berbagai inovasi yang ditampilkan dapat menjadi pintu masuk kolaborasi baru dengan pemerintah kota lain.

“Tujuannya adalah saling bertukar informasi sekaligus mengembangkan peluang kerja sama dan bisnis yang bisa dimajukan bersama,” katanya.

Makassar Menawarkan Cerita, Bukan Sekadar Stan

Di saat banyak booth lebih menonjolkan brosur dan informasi program kerja, Makassar memilih menghadirkan pengalaman.

Mulai dari Pinisi sebagai simbol budaya, AI sebagai wajah kota modern, hingga produk hasil daur ulang sebagai representasi ekonomi hijau, seluruh konsep dirancang untuk menunjukkan bagaimana identitas lokal dapat berpadu dengan inovasi masa depan.

Pendekatan inilah yang membuat booth Makassar menjadi salah satu magnet utama Indonesia City Expo APEKSI 2026.

Comment