MEDIATA.ID — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memberikan garansi penuh untuk mengawal seluruh komitmen investasi yang lahir dalam perhelatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar. Tidak main-main, Kemlu siap menggerakkan jaringan diplomatik di 131 kantor perwakilan RI di seluruh luar negeri untuk memastikan kesepakatan bisnis tersebut terealisasi secara konkret.
Langkah taktis ini diambil agar forum internasional yang dihadiri oleh 41 delegasi dari 28 negara sahabat di Hotel The Rinra, Rabu (24/6/2026), tidak mandek sebagai acara seremonial semata.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, R. Heru Hartanto Subolo, menegaskan esensi dari diplomasi budaya dan kuliner yang digelar di Makassar harus membuahkan dampak riil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, terutama di sektor investasi infrastruktur, perdagangan, dan pendidikan.
”Kami tidak berhenti pada pelaksanaan forum. Kemlu akan mengawal ketat hasil dari acara ini melalui komunikasi intensif dengan perwakilan negara sahabat di Jakarta, serta mengoptimalkan jaringan 131 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Esensi diplomasi adalah melahirkan dampak nyata bagi daerah,” tegas Heru.
Salah satu capaian paling instan dalam forum bisnis ini adalah kesiapan 8 negara delegasi asing untuk langsung masuk ke tahap pertemuan bilateral mendalam bersama Pemerintah Kota Makassar. Delapan negara tersebut bahkan mulai menjajaki skema kerja sama Sister City (Kota Kembar) dengan Makassar.
Bagi warga lokal, skema Sister City dan masuknya investasi asing di sektor infrastruktur kepulauan ini membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja baru, transfer teknologi tata kota, hingga pembukaan akses beasiswa internasional bagi pelajar berprestasi asal Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membenarkan bahwa pembicaraan intensif mengenai kebutuhan sektor strategis kota sudah dimulai. Delapan negara yang berminat tersebut dijadwalkan langsung melakukan pemetaan kebutuhan pembangunan yang aman dan prospektif.
”Saat ini sudah ada delapan negara yang bertemu langsung untuk mendetailkan apa yang menjadi kebutuhan kita dan apa yang bisa ditindaklanjuti secepatnya. Respons mereka sangat positif, terutama pada peluang investasi infrastruktur yang kita tawarkan,” pungkas Munafri.

Comment