MEDIATA.ID — Kota Makassar tengah membidik peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional baru dengan memanfaatkan posisinya sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur. Momentum strategis ini terbuka lebar seiring hadirnya 41 delegasi dari 28 negara dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026.
Kehadiran para duta besar, konsul jenderal, dan korps diplomatik yang membidangi sektor ekonomi, perdagangan, dan investasi dari negara-negara Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika ini menjadi ruang bagi Makassar untuk memamerkan kesiapan infrastruktur modernnya.
Salah satu aset vital yang disorong untuk menarik minat mitra internasional adalah Makassar New Port (MNP). Pelabuhan hub ini, bersama dengan konektivitas transportasi yang terintegrasi dan kawasan industri yang kondusif, diproyeksikan mampu menjadi daya tarik utama bagi investor global untuk menanamkan modal di kota ini.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa pertemuan yang diinisiasi bersama Kementerian Luar Negeri RI ini tidak sekadar mengenalkan kekayaan budaya, melainkan menjadi jembatan formal untuk membuka forum bisnis dan tur kota guna melihat langsung potensi riil di lapangan.
”Kami mengundang para delegasi untuk mengenal Makassar sebagai kota inovasi dan peluang. Makassar terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional yang didukung infrastruktur modern serta sumber daya manusia yang kompetitif,” ujar Munafri di sela-sela jamuan di Benteng Fort Rotterdam.
Selain sektor industri dan infrastruktur port, sektor ekonomi kreatif, pariwisata bahari, dan industri kuliner juga menjadi komoditas utama yang ditawarkan. Melalui pendekatan gastronomi, pemkot berharap kuliner khas Makassar dapat menembus pasar internasional, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penguatan ekonomi pelaku UMKM lokal.
Dengan jejaring internasional yang semakin luas dari 28 negara partisipan—termasuk Australia, Jepang, Belanda, hingga Malaysia—akses pasar bagi produk dan jasa dari Makassar diharapkan dapat terbuka lebih lebar, sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor jasa dan perdagangan.

Comment