Gorontalo Pangan Lestari Lirik Maros, Siap Serap 12.000 Ton Jagung dan Bangun Ekosistem Bisnis

MEDIATA.ID — Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo menjadi panggung pembuktian bagi Pemerintah Kabupaten Maros dalam menangkap peluang ekonomi. Tidak sekadar menjadi ruang transfer teknologi, ajang nasional ini berhasil melahirkan penjajakan investasi sektor agrobisnis bernilai fantastis.

​Pemkab Maros resmi menjajaki kerja sama strategis dengan korporasi pangan asal Gorontalo, PT Gorontalo Pangan Lestari (GPL Group). Perusahaan tersebut menyatakan komitmen kuat untuk menanamkan modal di sektor pengadaan dan pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Maros dengan nilai investasi diperkirakan mencapai lebih dari Rp53 miliar dan kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton.

​Bupati Maros, A. S. Chaidir Syam, mengonfirmasi bahwa keikutsertaan kontingen Maros dalam PENAS XVII kali ini membawa dampak ganda (multiplier effect) yang melampaui target awal.

​”Alhamdulillah, selain menjadi sarana edukasi dan komparasi teknologi bagi petani-nelayan kami, ruang diplomasi di PENAS ini berhasil kita optimalkan untuk membuka karpet merah bagi masuknya investasi besar ke Kabupaten Maros,” ungkap Chaidir Syam, Sabtu (20/6/2026).

​Chaidir menilai Gorontalo merupakan kiblat terbaik nasional dalam tata kelola komoditas jagung dari hulu ke hilir. Melalui investasi ini, Pemkab Maros membidik transfer sistem manajemen pertanian yang terintegrasi.

  • Kepastian Offtaker (Penyerap): Menjamin hasil panen jagung pipilan kering milik petani lokal langsung terserap pasar dengan harga yang stabil dan kompetitif.
  • Peningkatan Produktivitas: Membuka ruang pendampingan teknologi budidaya agar kapasitas produksi per hektare lahan di Maros meningkat signifikan.
  • Hilirisasi Lokal: Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui aktivitas pergudangan dan distribusi logistik baru di wilayah Maros.

​Komitmen Investor: Bangun Rantai Pasok Berkelanjutan

​Mewakili direksi korporasi, Jasin Mohammad selaku Direktur PT Serealia Agro Lestari (lini bisnis GPL Group), menegaskan bahwa Kabupaten Maros memiliki posisi geo-ekonomis yang sangat strategis untuk dikembangkan sebagai sentra jagung baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

​”Investasi senilai Rp53 miliar ini tidak hanya berfokus pada aktivitas jual-beli komoditas semata, melainkan untuk membangun ekosistem bisnis pertanian berkelanjutan. Dengan kapasitas kelola mencapai 12.000 ton, kami optimis mampu menaikkan kelas ekonomi petani lokal,” tegas Jasin.

​DPMPTSP Siapkan Regulasi dan Kemudahan Perizinan

​Menanggapi lampu hijau investasi tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Kabupaten Maros, Nuryadi, menyatakan kesiapan penuh instansinya untuk memfasilitasi realisasi komitmen bisnis ini.

​”Tugas pokok kami adalah mendatangkan investasi sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Maros. Komunikasi intensif yang dibangun Bapak Bupati selama di Gorontalo sudah memasuki tahap penjajakan serius. Kedepan, kami akan mengawal penuh seluruh proses administrasi dan perizinannya agar implementasi di lapangan berjalan mulus dan cepat,” pungkas Nuryadi.

​Kolaborasi lintas provinsi yang lahir dari momentum PENAS XVII ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah daerah, potensi alam, dan modal swasta mampu menjadi jangkar utama penggerak kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif. (*)

Comment