Ujian Pertama Don Carlo: Tanpa Neymar, Vinicius Jr Siap Pimpin Brasil Robek Tembok Kokoh Singa Atlas

NEW YORK – Panggung termegah sepak bola dunia akhirnya resmi bergulir. Salah satu duel yang paling menyita perhatian di babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 akan mempertemukan sang raja lima bintang, Brasil, melawan kekuatan utama Afrika, Maroko. Laga sarat gengsi ini akan digelar di Stadion New York New Jersey (MetLife Stadium) pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 05.00 WIB, dan disiarkan langsung melalui TVRI.

​Bagi publik sepak bola dunia, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin perdana. Ini adalah cetak biru pertama dari era baru Selecao di bawah komando pelatih legendaris asal Italia, Carlo Ancelotti, atau yang akrab disapa “Don Carlo”.

​Era Baru Don Carlo dan Beban di Pundak Vinicius Jr

​Turnamen edisi ke-23 ini menandai sejarah baru bagi Brasil. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern mereka, Selecao memasuki turnamen akbar tanpa kehadiran sang jimat dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Neymar Jr, yang harus absen di laga pembuka ini karena masalah kebugaran.

​Kehilangan Neymar memindahkan seluruh lampu sorot dan ekspektasi publik ke pundak bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Di bawah asuhan Ancelotti—pria yang juga memolesnya di level klub—Vinicius dituntut untuk bertransformasi dari sekadar penyerang sayap lincah menjadi pemimpin sejati di lini serang Brasil.

​Ancelotti diprediksi akan memaksimalkan formasi agresif yang mengandalkan kecepatan diaspora liga top Eropa, mengingat 23 dari 26 pemain di skuad Brasil saat ini merumput di benua biru. Vini akan menjadi motor serangan utama bersama Rodrygo dan Endrick untuk membuktikan bahwa Brasil tetap mengerikan meski tanpa kehadiran Neymar.

​Menembus Tembok Kokoh Singa Atlas

​Namun, merobek gawang Maroko bukanlah perkara mudah. Skuad asuhan Mohamed Ouahbi ini terkenal memiliki organisasi pertahanan berlapis yang sangat rapat, warisan dari fondasi kokoh yang membawa mereka mencetak sejarah sebagai Semifinalis Piala Dunia 2022 lalu.

​Singa Atlas juga membawa modal psikologis yang sangat kuat. Mereka sama sekali tidak gentar dengan nama besar Brasil. Publik tentu belum lupa pada memori manis Maret 2023 di Tangier, saat Maroko secara mengejutkan berhasil menumbangkan Brasil dengan skor 2-1 dalam laga uji coba. Kemenangan bersejarah itu menjadi bukti bahwa taktik defensif pragmatis milik Maroko bisa menjadi kriptonit bagi tarian Joga Bonito khas Brasil.

​”Derbi Real Madrid” di Sektor Sayap

​Daya tarik lain dari laga ini adalah adu mekanik dan duel emosional antarpemain yang sudah saling mengenal luar dalam. Sektor sayap kiri Brasil yang ditempati Vinicius Jr dipastikan akan berbenturan langsung dengan bek kanan elite dunia milik Maroko, Achraf Hakimi.

​Tidak hanya itu, lini tengah Maroko kini juga diperkuat oleh Brahim Diaz, rekan setim Vinicius di Real Madrid yang memilih untuk membela tanah leluhurnya. Hubungan pertemanan di level klub dipastikan akan menguap selama 90 menit demi kejayaan negara masing-masing.

​Romantisme Tanah Amerika

​Bagi Brasil, bermain di Amerika Serikat selalu menghadirkan motivasi berlipat. Di negeri inilah mereka merayakan gelar Piala Dunia keempat mereka pada edisi 1994 silam lewat drama adu penalti legendaris melawan Italia.

​Kini, 32 tahun kemudian, Don Carlo membawa misi romantis untuk mengulangi kejayaan masa lalu tersebut. Ujian pertamanya langsung tersaji di New York: apakah kreativitas anak asuh Ancelotti mampu meruntuhkan tembok kokoh Singa Atlas, ataukah Maroko yang akan kembali menghadirkan mimpi buruk bagi sang raksasa Amerika Selatan? Kita saksikan pembuktiannya esok subuh.

Comment