MEDIATA.ID –– Timnas Maroko datang ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Di bawah arahan pelatih Mohamed Ouahbi, Singa Atlas menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di turnamen dan siap memberi ujian berat bagi Prancis.
Laga Maroko kontra Prancis yang digelar pada Jumat (10/7/2026) WIB diprediksi berlangsung sengit. Ouahbi diyakini tidak akan meninggalkan identitas permainan yang telah membawa Maroko melaju hingga delapan besar.
Pelatih berusia 49 tahun itu bahkan mencatat awal yang impresif sejak menangani tim senior Maroko pada Maret 2026. Hingga menjelang perempat final, ia belum terkalahkan dalam 10 pertandingan dengan enam kemenangan dan empat hasil imbang.
Tidak Mengubah Filosofi Bermain
Salah satu kekuatan Mohamed Ouahbi adalah konsistensinya terhadap filosofi permainan.
Usai membawa Maroko menang 3-0 atas Kanada di babak 16 besar, Ouahbi mengungkapkan bahwa timnya memang melakukan penyesuaian taktik saat jeda pertandingan. Namun, ia menegaskan perubahan tersebut bukan berarti meninggalkan identitas permainan Maroko.
Menurutnya, tim hanya melakukan adaptasi terhadap tekanan lawan sambil tetap mempertahankan organisasi permainan yang disiplin.
Manfaatkan Ruang di Belakang Pertahanan
Ouahbi juga mengungkap salah satu kunci kemenangan atas Kanada adalah kemampuan para pemain memanfaatkan ruang kosong di belakang lini pertahanan lawan.
Setelah menganalisis permainan pada babak pertama, staf pelatih memberikan instruksi baru saat turun minum. Hasilnya, Maroko tampil lebih efektif dan berhasil mencetak tiga gol pada babak kedua.
Strategi serangan balik cepat diperkirakan kembali menjadi senjata utama saat menghadapi Prancis yang dikenal memiliki lini depan agresif.
Peran Baru Azzedine Ounahi
Inovasi lain yang dilakukan Ouahbi adalah mengubah peran gelandang Azzedine Ounahi menjadi lebih menyerang.
Ouahbi menilai Ounahi memiliki kemampuan membawa bola melewati tekanan lawan dan menembus garis pertahanan. Perubahan posisi tersebut langsung membuahkan hasil ketika Ounahi mencetak dua gol ke gawang Kanada pada babak 16 besar.
Maroko Bukan Lagi Tim Kejutan
Mohamed Ouahbi menegaskan Maroko tidak lagi ingin disebut sebagai tim kejutan di Piala Dunia.
Menurutnya, keberhasilan mencapai perempat final merupakan bukti bahwa Maroko kini layak diperhitungkan sebagai salah satu penantang serius di turnamen.
Ia juga menegaskan target timnya belum selesai dan para pemain memiliki ambisi untuk terus melangkah lebih jauh.
Prancis Wajib Waspada
Reuters menilai Maroko akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Prancis. Selain memiliki pertahanan yang disiplin, Singa Atlas juga tampil tenang saat menguasai bola dan sangat berbahaya dalam transisi menyerang.
Kombinasi organisasi permainan, disiplin bertahan, serta kecepatan melakukan serangan balik menjadi modal utama Mohamed Ouahbi untuk mencoba menghentikan langkah Prancis menuju semifinal.
FAQ
Siapa Mohamed Ouahbi?
Mohamed Ouahbi adalah pelatih kepala Timnas Maroko yang ditunjuk pada Maret 2026. Sebelum menangani tim senior, ia sukses bersama tim U-20 Maroko.
Apa strategi utama Maroko menghadapi Prancis?
Maroko diperkirakan tetap mengandalkan pertahanan yang disiplin, transisi cepat, serta memanfaatkan ruang kosong di belakang lini pertahanan Prancis.
Mengapa Azzedine Ounahi menjadi pemain kunci?
Ouahbi memberi peran lebih ofensif kepada Ounahi sehingga gelandang tersebut lebih sering berada di area berbahaya dan mampu menjadi ancaman bagi lawan.
Apakah Maroko masih dianggap tim kejutan?
Tidak. Mohamed Ouahbi menegaskan Maroko kini ingin dikenal sebagai penantang serius gelar Piala Dunia, bukan sekadar tim kejutan.

Comment