BANTAENG – Kabupaten Bantaeng terus menunjukkan potensinya sebagai daerah penghasil komoditas perikanan berorientasi ekspor. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah gurita, yang telah berhasil menembus pasar internasional dan menjadi bahan studi bagi Tim Penggerak PKK Provinsi Papua.
Rombongan yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri, mengunjungi PT Global Fishery Product di Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Rabu (8/7/2026), untuk mempelajari proses pengolahan gurita yang dipersiapkan bagi pasar ekspor.
Kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan wawasan dan kapasitas dalam mendukung program ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pengembangan potensi hasil perikanan di Papua.
“Sejak dulu Bantaeng menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak inovasi, termasuk dalam pengembangan potensi hasil perikanan. Karena itu kami memilih Bantaeng sebagai tempat belajar agar pengalaman ini dapat diterapkan di daerah kami,” ujar Ra’fatul Mulkiyah Fakhiri.
Pelajari Pengolahan hingga Standar Ekspor
Selama berada di pabrik, rombongan meninjau langsung tahapan pengolahan gurita, mulai dari proses produksi, pengemasan, pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran yang diterapkan untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Model pengolahan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah terhadap komoditas perikanan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil tangkapan nelayan.
Gurita Jadi Komoditas Ekspor Baru Bantaeng
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, mengatakan gurita kini menjadi salah satu komoditas ekspor baru yang terus dikembangkan pemerintah daerah bersama pelaku usaha.
Menurutnya, ekspor perdana sebanyak 22 ton gurita telah berhasil dilakukan sejak tahun lalu dan diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya permintaan pasar internasional.
“Alhamdulillah, setelah sekian lama kini ada komoditas baru yang bisa diekspor dari Kabupaten Bantaeng, yaitu gurita. Ekspor perdana sebanyak 22 ton sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Semoga terus berkembang sehingga memberi semangat bagi para pelaku usaha di Kabupaten Bantaeng,” kata Uji Nurdin.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di Kabupaten Bantaeng.
Bantaeng Jadi Rujukan Daerah Lain
Kunjungan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua menunjukkan bahwa pengembangan sektor perikanan di Bantaeng mulai mendapat perhatian dari daerah lain.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap kolaborasi antardaerah seperti ini dapat memperkuat pengembangan komoditas perikanan nasional sekaligus memperluas peluang ekspor produk hasil laut Indonesia.
FAQ
Mengapa Papua memilih belajar ke Bantaeng?
Bantaeng dinilai berhasil mengembangkan industri pengolahan gurita yang berorientasi ekspor sehingga menjadi salah satu daerah rujukan dalam pengembangan hasil perikanan.
Berapa jumlah gurita yang telah diekspor dari Bantaeng?
Menurut Pemerintah Kabupaten Bantaeng, ekspor perdana gurita mencapai 22 ton dan telah dilakukan sejak tahun lalu.
Apa tujuan kunjungan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua?
Kunjungan dilakukan untuk mempelajari proses pengolahan gurita, pengemasan, pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran produk perikanan yang mampu menembus pasar ekspor.
Mengapa gurita menjadi komoditas penting bagi Bantaeng?
Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, pengembangan gurita sebagai komoditas ekspor diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan, memperkuat industri pengolahan hasil laut, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Comment