LUWU UTARA, MEDIATA.ID– Indah Putri Indriani kerap mendapat serangan kampanye hitam bernada SARA karena satu-satunya figur perempuan dan petahana di Pilkada Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan.
Black campaign tersebut lantas tak menggerus dukungan Indah. Calon bupati dari Suaib Mansur ini justru mendapat simpati dari kelompok milenial di Kecamatan Sukamaju.
Seperti yang diujarkan Andi Yusra, salah satu milenial di Sukamaju. Dia mengaku prihatin atas serangan fitnah dan hujatan yang dilayangkan kepada Indah Putri. Dia meminta perempuan tak disakiti.
“Janganki sakiti hati perempuan. Biar bagaimana kita juga punya perempuan yang melahirkan kita, membesarkan kita,” kata Andi Yusra, Rabu (21/10/2020).
Yusra kemudian bergabung dengan Tim Milenial Sukamaju Raya sebagai bendahara, untuk bergerak mengampanyekan Indah Putri Indriani yang berpasangan dengan Suaib Mansur, di kalangan milenial.
“Apalagi ibu Indah itu juga sopan, ramah. Beliau juga sangat antusias kepada semua orang tua, anak muda dan juga para milenial, tidak membeda-bedakan,” katanya.
Gadis 18 tahun ini juga setuju dengan pernyataan Indah Putri Indriani, yang senantiasa mengajak warga Luwu Utara berkampanye santun dalam mendukung kandidatnya.
“Semoga (pilkada) berjalan dengan damai,” pungkasnya.
Pada pekan lalu, Indah bersilaturahmi dengan mereka. Di kesempatan itu, dia mengatakan, milenial sebagai generasi penerus harus berperan aktif, ambil bagian dalam setiap momen politik, seperti pilkada.
“Milenial harus melek politik, tapi yang harus kita tanamkan bagaimana milenial kita ini menganut politik santun. Milenial harus jadi pelopor pilkada damai,” kata Indah, saat bersilaturahmi dengan kelompok milenial Sukamaju.
Indah menambahkan, jika politik santun tertanam dalam benak dan pikiran milenial, ke depan setiap kontestasi politik bisa berlangsung damai dan harmonis. (int)

Comment