MANADO, MEDIATA.ID — Sebanyak 770 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 7 Agustus 2021 di Manado, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”.
Program kali ini menghadirkan tiga narasumber yang terdiri dari dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR & anggota Japelidi, Dewi Rachmawati; pegiat media sosial, Muhammad Dava Manossoh; serta pemengaruh & notaris Ana Supriyana Abdul Hamid. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arin Swandari selaku penulis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Dewi Rachmawati yang membawakan tema “The Skills That You Need Nowadays”. Dalam menggunakan media sosial (medsos), kata Dewi, baca terlebih dahulu syarat dan ketentuannya. “Ketika sudah disetujui, baru membuat akun. Pahami syarat dan ketentuan dalam bermedia sosial agar tidak ada permasalahan di kemudian hari,” tuturnya.
Berikutnya, Ana Supriyana Abdul Hamid menyampaikan materi berjudul “Bijak Sebelum mengunggah di media sosial”. Dia menyatakan, warganet Indonesia dikenal memiliki literasi digital yang rendah, namun emosional dalam bermedia sosial. Jika diistilahkan, warganet Indonesia itu sumbu pendek.
“Selalu gunakan akal budi dalam bermedia sosial. Bagikan konten yang berpengaruh positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebelum membagikan konten, tanyakan ke diri sendiri apakah yang kita bagikan itu benar, membantu, tidak dilarang, penting, dan baik,” terangnya.
Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Dava Manossoh membawakan tema tentang “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Menurut dia, bahasa yang digunakan di media sosial harus disesuaikan dengan situasi dan keadaan. Misalkan, kepada siapa orang yang diajak berbicara, kapan harus berbicara, dan lainnya. “Harus ada etika dan tata krama. Hindari mengunggah media sosial saat emosi,” tegasnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Salah satu peserta, Annisa Bunga, bertanya tentang bagaimana cara menegur konten kreator yang sering melanggar etika dalam membuat konten, agar menjadi konten kreator yang bermutu.
Ana Supriyana Abdul Hamid menjelaskan, warganet bisa memberikan masukan tentang pemahaman dalam membuat konten yang bermutu. Kreator konten diharapkan membagikan konten yang baik, bermanfaat dan menghibur. “Namun, warganet juga diminta agar tidak asal dalam memberikan komentar,” pesannya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comment