ENREKANG, MEDIATA.ID — Sebanyak 673 peserta di Enrekang, Sulawesi Selatan paa hari ini (20/8) antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini membahas tema “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”. Adapun kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.
Program kali ini dipandu oleh Nina Izwan sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari konsultan keuangan dan Co-Founder Indoagribiz.com, Diana Sumolang; pengusaha, Adhitya Lanae; Business Development Associate LinkAja Sulsel, Hardiyanty; serta Asisten Profesor Universitas Paramadina, Ika Idris. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama, Diana, membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Tips dan Trik Bertransaksi Digital dengan Mudah dan Aman”. Menurut dia, kemudahan bertransaksi digital harus dibarengi kehati-hatian seperti merahasiakan dan mengganti berkala nomor PIN. Selain itu, aktifkan juga notifikasi transaksi, hindari Wi-Fi publik, jual gawai secara aman, unduh aplikasi resmi, dan laporkan jika ada hal mencurigakan.
Berikutnya, Adhitya menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, untuk mewaspadai strategi nakal penjual daring, kita harus membaca detail deskripsi produk. Jika tak sesuai dengan kesepakatan, laporkan atau berikan ulasan dan rating rendah kepada akun penjual nakal agar orang lain tidak tertipu.
Sebagai pemateri ketiga, Hardiyanty membawakan tema budaya digital tentang “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Daring”. Menurut dia, pembayaran non tunai di Indonesia berkembang seiring kemajuan teknologi digital dan budaya daring era pandemi. Keabsahannya diatur dalam UU ITE dan Perlindungan Konsumen, di mana pembayaran bisa dilakukan lewat transfer bank, toserba, maupun dompet digital.
Adapun Ika, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jenis-Jenis Penipuan via Internet dan Cara Menghindarinya”. Ia mengatakan, penipuan daring mulai dari rekayasa sosial hingga pencurian identitas dapat dihindari dengan tidak mudah tergiur penawaran tak wajar, serta teliti terhadap tampilan laman dan nomor kontak mencurigakan. Penting juga untuk menggunakan kata sandi kuat, verifikasi ketat, serta menjaga data pribadi.
Usai sesi pemaparan materi, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut beragam pertanyaan dari peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Salah satu pertanyaan menarik dari peserta adalah tentang seberapa aman data keuangan kita saat bertransaksi daring. Narasumber menjelaskan bahwa data transaksi aman jika kita menjaga kerahasiaannya karena sistem perbankan memiliki sistem proteksi untuk melindungi transaksi digital.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comment