Bertema Film Lokal, Mulofest #2 Hadirkan Sutradara Film Ambo’ Nai’

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Gelaran kedua Festival Mulo atau Mulofest #2, Jumat (25 Maret 2022), semakin seru dan menarik dengan tema tentang film lokal Sulawesi Selatan.

Tak tanggung-tanggung, penyelenggara Mulofest #2 mengundang sutradara film Ambo’ Nai, Andi Burhamzah, turut hadir dalam acara talk show dengan tema, “Eksplor Film Lokal”. Film Ambo’ Nai adalah film lokal yang menambah deretan film lokal yang berhasil tembus jaringan bioskop nasional.

Talk show yang dipandu tim portal Pmancar Wiwi Amaluddin juga menghadirkan Irmayanti Sultan (Direktur Operasional Bank Sulselbar) dan Ikram Noer (Pemain Film Uang Panaik 1).

Anca’, sapaan akrab Andi Burhamzah, mengungkapkan rahasia sukses filmnya berhasil menembus pasar nasional dalam talk show tersebut. Ia juga menjelaskan proses kreatif sehingga film berbahasa bugis tersebut menjadi film berbahasa bugis pertama yang tayang di jaringan bioskop 21.

“Yang jelas soal pasar. Itu memang sudah ditentukan di awal. Film ini misalnya yang mau disasar adalah orang Sulsel, yah penggarapannya berbeda dengan film lainnya,” ungkap Anca.

Sementara itu Ikram yang mengaku belum pernah berkolaborasi dengan Anca’ menantang Anca’ untuk bisa menggarap film baru di mana dia akan tampil sebagai pemerannya.

Sedang Irmayanti Sultan mengungkapkan, pihak Bank Sulselbar berkomitmen tinggi untuk mengangkat sineas-sineas muda beserta karyanya untuk diterima secara luas dan menasional.

“Kami care dengan semangat sineas di Makassar dan kami selalu mendukung penuh kreatifitas mereka. Itu wujud kami sebagai lembaga keuangan milik rakyat Sulsel,” jelas Irmayanti.

Dalam gelaran Mulofest#2 ini, panitia menghadirkan nuansa perfilman. Selain mengadakan satu spot untuk nonton bareng film-film lokal, panitia juga memasang layar tancap di area taman luar Gedung Mulo untuk nobar Film Uang Panaik 1.

Tenant-tenant produk kreatif dan kuliner khas Makassar juga semakin beragam dalam gelaran kali ini. Yang terbaru di kuliner adalah hadirnya Pallubasa yang langsung ludes di pertengahan acara.

Kuliner terbaru lainnya yaitu ‘Launti’ (produk pisang ijo) dan alpokat kocok dari UMKM ‘Pokatcu’. Bakso, buroncong, dan aneka penganan putu, serta Bassang dari BBB menambah khazanah kuliner lokal di Mulofest#2 ini.

Sementara itu tenant produk ekonomi kreatif juga diserbu para tamu dari berbagai daerah di Sulsel. Maklum, di ajang ini hadir pula kepala dinas-kepala dinas pariwisata kabupaten/kota beserta rombongan untuk menghadiri acara peluncuran Kalender Event Sulsel yang akan bertarung di tingkat nasional melalui Kharisma Event Nasional (KEN) 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Prof Muhammad Jufri dalam sambutannya mengemukakan kembali jika gelaran mulofest ini adalah ikhtiar mengkampanyekan gedung Mulo sebagai warisan cagar budaya yang layak menjadi destinasi wisata dalam kota selain destinasi-destinasi yang ada saat ini.

Pertunjukan seni kali ini juga semakin semarak dengan hadirnya penampilan musik dari Attuju, tarian tunggal dari penari asal Jeneponto, penampilan tari dan seni dari Dinas Pariwisata Kabupaten Barru, serta penampilan guest star, Febri Anantama dan REN, serta pertunjukan tari dari Dinas Pariwisata Kota Makassar. (*)

Comment