Andi Hadi Ibrahim Baso Terpilih Jadi Ketua DMI Kecamatan Biringkanaya, Fokus Kembalikan Fungsi Sosial Masjid

MEDIATA.ID – Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Dalam pemilihan tersebut, terdapat tiga calon kandidat, yaitu Andi Hadi Ibrahim Baso (52 suara), Dr. Muhammad Ilyas (50 suara), dan Sirajuddin (1 suara), yang dilakukan secara demokratis.

“Ada 103 perwakilan masjid yang hadir untuk memberikan suaranya. Ini luar biasa karena mereka merupakan perwakilan masjid yang diberikan mandat untuk memilih Ketua DMI Kecamatan Biringkanaya,” ujarnya .

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar ini menambahkan, pihaknya akan bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal di masjid-masjid Kecamatan Biringkanaya. Menurutnya, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial kemanusiaan.

“Inilah fokus kami, yakni mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban. Tentunya butuh visi dan misi yang akan kita sepakati bersama ke depan. Saya berharap kepengurusan nanti lengkap, termasuk keterlibatan pihak Kementerian Agama,” tambahnya.

Dalam program kerjanya, Andi Hadi berencana melibatkan organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar di Kesbangpol untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam program-program kepentingan masyarakat.

Legislator Daerah Pemilihan III Kota Makassar ini juga akan menjalin kerja sama dengan Polisi dan TNI untuk memberikan sosialisasi terkait dampak negatif narkotika dan judi online (judol) kepada masyarakat.

“Misalnya menjelang bulan Ramadan, kita minta masjid-masjid memberikan satu malam untuk sosialisasi bahaya narkotika dan judol. Kita berharap pihak Kepolisian dapat tampil di mimbar-mimbar masjid untuk membawakan materi ini agar masyarakat tercerahkan,” jelasnya.

Alumnus Universitas Muslim Indonesia itu juga menekankan pentingnya sikap toleransi antarumat beragama di masyarakat.

“Persatuan masjid-masjid harus tetap hidup karena masjid berada di tengah masyarakat. Kita juga akan menekankan toleransi beragama, karena di masyarakat tidak hanya terdapat tempat ibadah umat Islam, tetapi juga agama lain. Toleransi umat beragama menjadi prioritas kita di Dewan Masjid Indonesia,” pungkasnya.

Comment