Memutus Rantai Kemiskinan Pesisir: Sinergi Keuangan Inklusif bagi Nelayan Bulukumba

MEDIATA.ID — Masyarakat pesisir di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kini mulai diperkenalkan dengan ekosistem keuangan yang lebih modern dan inklusif. Melalui kolaborasi lintas sektoral, para nelayan didorong untuk tidak hanya tangguh di laut, tetapi juga cerdas secara finansial guna memutus mata rantai kemiskinan struktural di wilayah pesisir.

​Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara resmi meluncurkan program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang diintegrasikan dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Peluncuran dilakukan di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kamis (7/5/2026).

​Langkah ini dipandang strategis mengingat Bulukumba memiliki garis pantai sepanjang 128 kilometer yang menjadi tumpuan hidup ribuan kepala keluarga. Namun, potensi sumber daya alam yang besar tersebut sering kali terkendala oleh akses permodalan yang terbatas dan literasi keuangan yang masih rendah di tingkat akar rumput.

Produktivitas dan Akses Modal

​Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan harus dilakukan secara terintegrasi. Selain bantuan fisik seperti Program 1000 Rumpon dan pembangunan kolam labuh, aspek pemberdayaan ekonomi melalui lembaga keuangan formal menjadi kunci keberlanjutan.

​”Sektor kelautan adalah identitas budaya dan sumber ekonomi utama kita. Melalui penguatan ekosistem ini, kita ingin nelayan lebih produktif dalam menangkap ikan, namun juga memiliki manajemen keuangan yang baik untuk pengembangan usaha,” ujar Andi Muchtar.

​Program Rumpon yang digagas pemkab bertujuan untuk menekan biaya operasional nelayan dengan menciptakan titik tangkap yang pasti. Efisiensi biaya operasional ini diharapkan dapat disisihkan oleh nelayan ke dalam sistem perbankan formal, sehingga mereka memiliki rekam jejak kredit yang baik untuk mendapatkan akses pembiayaan di masa depan.

Literasi dan Perlindungan Konsumen

​Di sisi lain, penetrasi layanan perbankan di pesisir terus diperluas. Area Head BRI, Iman Indrawan, menyebutkan dukungan infrastruktur perbankan seperti agen BRILink, mesin EDC, hingga layanan QRIS kini telah menjangkau pelosok Bulukumba untuk memudahkan transaksi mikro dan kecil.

​Namun, digitalisasi dan akses pembiayaan ini perlu dibarengi dengan proteksi bagi masyarakat. Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK OJK, Arif Machfoed, mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan agar tidak terjebak dalam praktik ilegal atau pinjaman tidak resmi yang kerap menyasar kantong-kantong masyarakat pesisir.

​”Masyarakat harus memahami transaksi keuangan dengan baik. Pastikan seluruh penawaran jasa keuangan memiliki izin resmi dari OJK untuk menghindari kerugian di kemudian hari,” tegas Arif.

​Melalui sinergi EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih, pembangunan di Bulukumba kini mencoba menyentuh sisi fundamental: yakni mengubah pola pikir nelayan dari sekadar mencari nafkah harian menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing secara finansial. (*)

Comment