MEDIATA.ID — Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, S.H., M.M., menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dengan Pemerintah Kota Makassar untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Pernyataan tersebut disampaikan Shodiqin pada Puncak Peringatan Hari Jadi ke-418 Kota Makassar tahun 2025 di Tribun Lapangan Karebosi, Minggu (9/11/2025). Ia hadir bersama Ketua DWP Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Arna Jusiati, dan Ketua Tim Kerja IMP serta Kehumasan, Sitti Sulfiani.
Pada kesempatan tersebut, Shodiqin menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota.
Shodiqin menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan pendekatan komprehensif dari sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Momentum peringatan Hari Jadi Makassar, katanya, menjadi penguat revitalisasi Program Bangga Kencana di tingkat kota.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Bapak Wali Kota terhadap program-program kependudukan. Sinergi ini krusial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa prioritas utama Kemendukbangga/BKKBN adalah memastikan setiap keluarga memperoleh edukasi dan akses layanan memadai untuk mencegah stunting sejak dini sebagai investasi kualitas generasi mendatang.
Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN dan Pemkot Makassar mencakup pemanfaatan data keluarga, penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta intervensi gizi spesifik dan sensitif di tingkat kelurahan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung target nasional penurunan stunting. Ia menyatakan bahwa pembangunan kesejahteraan keluarga menjadi salah satu prioritas utama daerah.
“Hari Jadi Makassar adalah momen untuk introspeksi dan akselerasi pembangunan. Kami menjadikan upaya penguatan keluarga sebagai bagian integral dari visi kota yang maju dan mandiri,” ujarnya.
Kehadiran kedua pihak dalam agenda ini menjadi simbol kuat bahwa percepatan penurunan stunting hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. (*)

Comment