MEDIATA.ID – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta 248 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis zero waste dan pengembangan urban farming di Kota Makassar.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menerima mahasiswa KKN Gelombang 116 Periode Juni–Agustus 2026 di Makassar Government Center (MGC), Senin (6/7/2026). Sebanyak 248 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di sejumlah kelurahan di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala.
Menurut Munafri, kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Universitas Hasanuddin menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan iklim, keterbukaan informasi publik, hingga pertanian perkotaan.
“Mahasiswa hadir bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi mengombinasikan ilmu pengetahuan dengan pengalaman warga sehingga melahirkan solusi yang bermanfaat,” ujar Munafri.
Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga
Munafri menegaskan persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama Kota Makassar. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah, termasuk mengubah sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dari open dumping menjadi sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Namun, menurutnya, keberhasilan sistem tersebut sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Yang harus sampai ke TPA hanyalah sampah residu. Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah menjadi sangat penting,” katanya.
Ia berharap mahasiswa KKN dapat berperan aktif mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari perubahan perilaku menuju kota yang lebih bersih.
Sampah Memiliki Nilai Ekonomi
Selain menjaga lingkungan, Munafri menilai pengelolaan sampah juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.
Sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang dan memiliki nilai jual. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan ternak yang mendukung program urban farming.
Pemerintah Kota Makassar juga terus mendorong pembentukan dan penguatan bank sampah hingga tingkat RT dan RW agar manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan lebih luas.
“Tujuannya agar sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi menjadi sumber nilai ekonomi yang mampu menambah pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Urban Farming Jadi Program Prioritas
Selain pengelolaan sampah, Munafri meminta mahasiswa turut memperkuat pengembangan urban farming yang mulai diterapkan di berbagai wilayah Kota Makassar.
Menurutnya, pemanfaatan lahan terbatas untuk budidaya tanaman pangan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mempercantik lingkungan permukiman.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui pendekatan yang berkelanjutan.
KKN Menjadi Ruang Belajar di Tengah Masyarakat
Munafri mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian.
Ia meminta seluruh peserta menjaga nama baik Universitas Hasanuddin, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta berkoordinasi dengan camat dan lurah agar program kerja yang dijalankan selaras dengan kebutuhan wilayah.
“Terus berkoordinasi dengan camat dan lurah agar setiap program yang dijalankan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperkuat berbagai program pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan budaya zero waste, ekonomi sirkular, dan urban farming yang berkelanjutan.

Comment