MEDIATA.ID — Layanan energi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali bertambah seiring resminya pengoperasian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru di kawasan Pattene, Kecamatan Marusu, Rabu (22/4/2026). Selain memperkuat cadangan bahan bakar (buffer stock), fasilitas ini mengusung konsep tempat istirahat (rest area) yang terintegrasi untuk mendukung mobilitas logistik antarprovinsi.
Peresmian fasilitas ke-16 di Kabupaten Maros tersebut dihadiri oleh Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur.
Dukung Kelancaran Logistik
Presiden Direktur PT Timur Jaya Energi Provindo, Daniel Yusuf Wijaya, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Pattene merupakan langkah strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur poros utama. Selama ini, antrean truk logistik di SPBU pinggir jalan kerap memicu kemacetan.
”Dengan posisi yang lebih menjorok ke tengah (kawasan industri), kami memberikan keleluasaan bagi truk-truk besar untuk melakukan pengisian tanpa mengganggu arus lalu lintas di jalur utama,” ujar Daniel.
Saat ini, SPBU tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 120.000 liter per hari dengan menyediakan varian Dexlite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Untuk memperluas jangkauan layanan masyarakat, pihak pengelola berencana menyediakan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar dalam waktu dekat.
Teknologi Pengawasan Digital
Menariknya, SPBU ini telah mengadopsi teknologi CCTV pintar yang mampu mengenali identitas kendaraan secara otomatis. Sistem ini terintegrasi langsung dengan QR Code MyPertamina untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
“CCTV kami sudah mampu membaca dan mengenali kendaraan. Jika kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada QR Code, sistem secara otomatis akan melakukan penolakan,” tegas Daniel.
Selain itu, sistem harga telah terintegrasi secara digital dengan pangkalan data Pertamina. Hal ini menjamin transparansi harga yang akan berubah secara otomatis di mesin pompa begitu terjadi penyesuaian tarif resmi.
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Bupati Maros Chaidir Syam mengapresiasi kehadiran investasi ini. Menurutnya, keberadaan SPBU di kawasan strategis tidak hanya menjamin ketersediaan energi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi ekonomi daerah, termasuk penyerapan tenaga kerja.
”Selain memperkuat layanan energi, kehadiran fasilitas ini mendukung mobilitas ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal,” kata Chaidir.
Saat ini, SPBU tersebut telah menyerap 20 tenaga kerja lokal. Jumlah ini diprediksi akan bertambah seiring rencana pengembangan fasilitas pendukung seperti pusat ATM, gerai ritel, dan area istirahat bagi pengemudi lintas daerah. Untuk tahap awal, SPBU beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA, dengan proyeksi layanan 24 jam di masa mendatang.

Comment