Menghadapi Ancaman “Godzilla”, PDAM dan Damkarmat Makassar Perkuat Mitigasi

MEDIATA.ID — Pemerintah Kota Makassar mulai memperkuat sinergi antarlembaga untuk mengantisipasi potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi melanda pada tahun 2026. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan air baku guna mendukung kelancaran operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan di tengah ancaman cuaca ekstrem.

​Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar Fadli Wellang dan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar Andi Syahrum Makkuradde, Kamis (7/5/2026), di Makassar. Koordinasi ini menjadi krusial setelah pemerintah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

​Fadli Wellang menjelaskan, ketersediaan air merupakan “urat nadi” dari setiap operasi pemadaman. Tanpa jaminan suplai yang stabil, armada pemadam yang sigap sekalipun tidak akan berfungsi optimal.

​”Kami hanya punya senjata, tetapi pelurunya ada di PDAM. Percuma kami punya armada kalau suplai air tidak tersedia,” ujar Fadli.

​Ancaman Fenomena “Godzilla”

​Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan prediksi meteorologi, fenomena cuaca ekstrem pada tahun 2026 diperkirakan memiliki daya rusak yang lebih besar dibandingkan dengan El Nino pada 2023. Fenomena ini kerap dijuluki sebagai “Godzilla” karena potensi kekeringan panjang yang dibawanya.

​Sebagai langkah antisipasi, Damkarmat Makassar telah menyiagakan sedikitnya 18 armada tangki air. Selain untuk operasi pemadaman, armada ini juga akan diperbantukan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di titik-titik krisis.

​Jaminan Suplai Air

​Merespons hal itu, Andi Syahrum Makkuradde menegaskan komitmen PDAM Makassar untuk menjaga kesinambungan suplai air di lapangan. Ia telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan rutin terhadap tekanan distribusi dan kondisi jaringan di jalur-jalur strategis.

​”Yang perlu dijaga adalah kesinambungan airnya. Ini menyangkut isu kemanusiaan. Jangan sampai armada sudah siap, tetapi airnya tidak tersedia,” tegas Andi Syahrum.

​Salah satu langkah teknis yang segera diambil adalah optimalisasi fasilitas pengisian air atau “belalai” khusus bagi armada Damkarmat. PDAM Makassar memberikan akses prioritas bagi armada pemadam untuk melakukan pengisian air secara cepat di titik-titik yang telah ditentukan guna memangkas waktu respons saat terjadi keadaan darurat.

​Melalui penguatan koordinasi ini, diharapkan risiko kebakaran dan dampak kekeringan di Kota Makassar dapat ditekan seminimal mungkin. Kolaborasi lintas sektor kini menjadi kunci bagi ketahanan kota dalam menghadapi ketidakpastian iklim. (*)

Comment