MEDIATA.ID – Merasa gaji baru beberapa hari masuk tetapi saldo rekening sudah menipis? Kondisi tersebut ternyata dialami banyak pekerja dan masyarakat perkotaan. Bank Sulselbar menilai penyebabnya bukan semata karena penghasilan yang kurang, melainkan kebiasaan finansial yang sering dilakukan tanpa disadari.
Melalui program literasi keuangan digital, Bank Sulselbar mengidentifikasi sedikitnya tiga kebiasaan yang paling sering membuat pengeluaran bulanan membengkak. Edukasi ini diharapkan membantu masyarakat membangun pola pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
FOMO Diskon, Belanja yang Sering Tidak Disadari
Kebiasaan pertama adalah belanja karena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap promo dan potongan harga.
Menurut Bank Sulselbar, diskon memang dapat menghemat pengeluaran jika digunakan untuk membeli kebutuhan. Namun dalam praktiknya, banyak orang justru membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan hanya karena tergiur harga murah atau takut kehilangan kesempatan.
Akibatnya, pengeluaran justru meningkat meski konsumen merasa sedang berhemat.
Latte Factor, Pengeluaran Kecil yang Menguras Anggaran
Faktor kedua adalah latte factor, yaitu akumulasi pengeluaran kecil yang dilakukan setiap hari.
Kebiasaan membeli kopi, minuman kekinian, camilan, atau layanan digital mungkin terlihat sepele jika dihitung per transaksi. Namun ketika dilakukan secara rutin selama satu bulan, nilainya dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Pengeluaran seperti ini sering kali luput dari perhatian karena tidak pernah dicatat dalam anggaran bulanan.
Tidak Bisa Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Penyebab ketiga adalah lemahnya pengelolaan arus kas.
Banyak orang masih kesulitan membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Akibatnya, sebagian besar pendapatan habis pada awal bulan untuk memenuhi gaya hidup atau pembelian impulsif, sementara kebutuhan penting dan dana darurat justru terabaikan.
Literasi Keuangan Jadi Kunci
Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan edukasi literasi keuangan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat membangun ketahanan finansial.
Menurutnya, kondisi keuangan seseorang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
“Kami di Bank Sulselbar berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya menyediakan layanan perbankan yang aman, tetapi juga memberikan edukasi agar nasabah mampu mengontrol kebiasaan finansial mereka secara sehat demi stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Hartani Djurnie, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, mengelola rezeki secara bijak merupakan langkah awal menuju kondisi ekonomi keluarga yang lebih stabil, aman, dan sejahtera.
Cara Menghindari Gaji Cepat Habis
Bank Sulselbar juga mengajak masyarakat mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih baik, antara lain:
- Membuat anggaran bulanan sebelum menerima gaji.
- Membedakan kebutuhan dan keinginan.
- Mencatat seluruh pengeluaran harian.
- Menyisihkan dana tabungan dan dana darurat di awal bulan.
- Tidak mudah tergoda promo apabila barang tersebut bukan kebutuhan.
Langkah sederhana tersebut dinilai mampu membantu menjaga arus kas tetap sehat sekaligus membangun keamanan finansial dalam jangka panjang.
Fakta Menarik
- Banyak orang mengalami fenomena “gaji baru masuk langsung habis” akibat kebiasaan finansial yang tidak disadari.
- FOMO terhadap promo menjadi salah satu penyebab utama pembengkakan pengeluaran.
- Latte factor dapat menghabiskan anggaran hingga jutaan rupiah dalam sebulan jika dilakukan setiap hari.
- Membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi fondasi penting dalam perencanaan keuangan.
- Literasi keuangan menjadi salah satu fokus edukasi Bank Sulselbar kepada masyarakat.
FAQ
Apa yang dimaksud FOMO dalam keuangan?
FOMO (Fear of Missing Out) adalah dorongan membeli sesuatu karena takut kehilangan promo atau kesempatan, meskipun barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan.
Apa itu latte factor?
Latte factor adalah istilah untuk menggambarkan pengeluaran kecil yang dilakukan setiap hari, tetapi jika diakumulasikan dapat menghabiskan anggaran bulanan.
Mengapa gaji cepat habis?
Penyebabnya bisa berasal dari belanja impulsif, pengeluaran harian yang tidak tercatat, serta kurangnya perencanaan keuangan.
Bagaimana cara mengelola gaji agar tidak cepat habis?
Buat anggaran bulanan, prioritaskan kebutuhan, sisihkan tabungan di awal bulan, dan catat seluruh pengeluaran harian.
Mengapa literasi keuangan penting?
Karena membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak sehingga kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih stabil.

Comment