Tampilkan Produk yang Unik agar Siap Bersaing Usaha di Lokapasar

BARRU, MEDIATA.ID — Sebanyak 1.044 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Barru, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu pemilik Barru.org Adriansa, mentor Ecourse Marketplace Garis Tengah Weliyan Tanoyo, dosen Fakultas Seni & Desain Grafis Universitas Negeri Makassar Muhammad Muhaemin, serta pemengaruh Jessicha Alex. Sedangkan moderator yaitu Nina Irwan selaku presenter televisi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.
“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi tentang kecakapan digital dibawakan oleh Weliyan Tanoyo yang menyampaikan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”.

Menurut dia, bergelut di dunia usaha daring dapat dimulai dari menentukan produk atau jasa yang hendak ditawarkan, riset potensi produk tersebut di lokapasar, dan daftarkan toko paling sedikit di tiga lokapasar.

“Agar bisa bersaing di lokapasar, warganet harus bisa menampilkan produk terbaik dan terunik. Sehingga, meskipun kita belum punya rating dan bukan yang pertama, pembeli bisa memilih toko kita,” katanya.

Selanjutnya, Adriansa menyampaikan materi etika digital berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”.

Ia mengatakan, tidak sedikit pengusaha kecil yang gagal dalam berbisnis daring karena rencana bisnis kurang matang, terlalu fokus pada hal detail, abai terhadap layanan pelanggan, salah rekrut karyawan, malas mengelola media sosial, abai dalam uji produk, serta terlalu bergantung dengan koneksi internet.

“Bangun komunikasi dengan pelanggan. Konsumen akan lebih memilih toko dengan pelayanan yang ramah untuk membeli suatu produk,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Jessicha Alex menyampaikan tentang budaya digital bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Produktif”. Menurut dia, beragam pilihan produk di e-pasar bisa memicu warganet menjadi konsumtif jika tak bijak mengatur keuangan. “Terapkan pola hidup sederhana, siapkan dana darurat, dan mulailah menabung,” pesannya.

Adapun Muhammad Muhaemin, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan keamanan digital berjudul “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”.

Ia mengatakan, beberapa karya digital yang dapat didaftar hak kekayaan intelektual (HKI), antara lain, buku digital, musik, video, software, video game, gambar dan fotografi, tiket daring, aplikasi, font, serta karya desain grafis.

Sebagai payung hukum, terdapat UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang mengatur tentang perlindungan hak cipta. “Sejak hari pertama hak cipta itu diumumkan, maka masa berlakunya sampai 25 tahun tanpa harus didaftarkan,” imbuhnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Yohanes Ibrahim, bertanya tentang kiat agar bisa kreatif dan berproduksi untuk kaum muda. Menanggapi hal tersebut, Jessicha Alex mengatakan bahwa dengan media sosial kita bisa menjadi pemengaruh untuk berbagi pengetahuan, tips, serta pengalaman.
Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)

Comment