Pahami Aturan dan Etika Berdagang Daring untuk Meningkatkan Penjualan

GORONTALO, MEDIATA.ID — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 10 Agustus 2021 di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Empat orang narasumber tampil dalam webinar ini. Masing-masing adalah Talent Acquisition Specialist at Ecommerce, Josephine Angelina Christyanti; Presenter TV, Ajeng Mawaddah Puyo; Redaktur Eksekutif Ligo.id, Arfan Dalanggo; dan CEO dan Founder Rumah Karawo, Agus Lahinta. Sedangkan moderator yaitu Arin Swandari selaku Penulis. Pada webinar ini diikuti oleh 406 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi tentang kecakapan digital dibawakan oleh Josephine Angelina Christyanti yang menyampaikan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”. Menurut dia, bisnis online di lokapasar lebih unggul lantaran waktu pelayanannya bisa mencapai 24 jam serta jangkauan yang luas. Selain itu, di internet juga terdapat jejak digital yang berfungsi memperkuat reputasi yang baik jika pengusaha menggunakannya secara positif. “Untuk memulai usaha, tentukan dulu barang atau jasa yang akan disasar, kemudian lakukan riset produk dan pasarnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Agus Lahinta menyampaikan materi berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Ia mengatakan, untuk sukses berbisnis online, etika usaha perlu dijalankan. Misalnya, berinteraksi positif di media sosial, responsif terhadap pertanyaan, memanfaatkan surel pemasaran dengan tepat, serta menepati janji kepada konsumen. Selain itu, tanggapan yang baik kepada pembeli yang tidak puas juga penting, gunakan bahasa yang sopan, berikan solusi atau kompensasi yang sederhana, serta berempati atas keluhan konsumen.

Pemateri ketiga, Ajeng Mawaddah Puyo, menyampaikan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Produktif”. Menurut dia, literasi digital menjadi penting karena bisa membuat seseorang mampu untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, memecahkan masalah, berkomunikasi lebih lancar, serta dapat berkolaborasi dengan banyak orang. “Kemampuan inilah yang nanti dapat membentuk mindset produktif,” kata dia.

Adapun Arfan Dalanggo, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan materi berjudul “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Ia mengatakan, kebebasan informasi di internet menjadi tantangan tersendiri perlindungan hak cipta dari hasil karya seseorang karena semakin mudah untuk diduplikasi, dicuri, atau dimanipulasi. Oleh sebab itu, agar warganet bisa terhindar dari pelanggaran hak cipta, sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain meminta izin pembuat konten, mencantumkan sumber, memberi kompensasi, dan sebaiknya menggunakan konten yang bebas lisensi.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Asilah Nurlaila di Gorontalo Utara yang bertanya tentang cara mengubah haluan dari semua hanya berdagang secara offline menjadi bisnis di internet. Menanggapi hal tersebut, Josephine Angelina menjelaskan, hal-hal yang perlu dipertimbangkan bagi pemula antara lain, bisa tidaknya pengiriman produk tersebut termasuk sisi keamanannya, serta riset pasar yang akan disasar secara online.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)

Comment