TOLI-TOLI, MEDIATA.ID — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 19 Agustus 2021 di Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah” ini dihadiri oleh 628 peserta.
Program kali ini dipandu oleh Tristania Dyah selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Nisbah selaku dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako Palu, Jasra Putra selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Maya Safira selaku Koordinator Program LIBU Perempuan, dan Sofia Halida Fatma selaku pemengaruh dan psikolog. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.
Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.
Pemateri pertama adalah Nisbah dengan tema “Sukses Belajar Online?”. Meski kegiatan pembelajaran secara daring banyak memiliki keunggulan, namun, realita pada penerapannya justru berbanding terbalik. Menurut Nisbah, kegiatan belajar-mengajar secara daring justru menciptakan suasana tidak kondusif, tidak adaptif dengan suasana belajar siswa, bahkan menimbulkan kecemasan atau stres pada siswa dan keluarganya.
Sesi dilanjutkan oleh Maya Safira yang membawakan tema “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Maya memaparkan bahwa untuk menghindarkan diri dari perilaku perundungan daring, orangtua dapat meningkatkan beberapa hal pada anak, di antaranya empati, sikap menghormati orang lain, serta sikap toleransi.
Sofia Halida Fatma selaku pemateri ketiga membawakan tema “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Pada sesinya, Sofia membagikan beberapa tips dalam melakukan kegiatan pembelajaran digital, seperti memperkaya pengetahuan baik dari segi keterampilan digital, etika digital, budaya digital, keamanan digital, dan tetap memegang prinsip nilai norma, budaya, serta agama di Indonesia.
Sesi pemberian materi diakhiri oleh Jasra Putra dengan tema “Tips Menjaga Anak-anak Aman di Dunia Maya”. Menurut Jasra, orangtua harus senantiasa mendampingi anak saat berselancar di dunia maya. Salah satu caranya adalah dengan membuat jadwal harian bersama anak.
Setelah para narasumber selesai memaparkan materi, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 yang diberikan bagi 10 penanya yang beruntung. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Tasman yang menanyakan bagaimana mendeteksi anak yang menjadi korban perundungan daring. Menurut Maya, anak-anak yang menjadi korban perundungan daring cenderung memiliki sikap kurang percaya diri.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comment