Sentimen Positif Vaksinasi, Gairahkan Bisnis Properti di Sulsel

MAKASSAR, MEDIATA.ID — Meskipun potensi profitnya kecil, dan terkadang peluang untuk peroleh keuntungan relatif tipis, namun menjaga usaha kita tetap beroperasi, tetap eksis, demikian strategi yang efektif dalam berbisnis di masa pandemi covid19 sekarang ini.

Sebab, bila usaha terhenti beroperasi di masa pandemi, memungkinkan sulitnya perusahaan tersebut untuk bangkit. Sehingga, meskipun profit kecil, upayakan usaha atau bisnis tersebut tetap beroperasi.

Hal demikan itu diungkapkan oleh pengusaha property Sulsel, Simon Rahman, Senin 25 Oktober 2021, di Makassar.

Menurut Simon, perlu dilakukan diperlihatkan kepada publik bahwa bisnis yang dijalankan masih tetap beroperasi. Sehingga, bisa mengundang perhatian kepada publik, calon konsumen ataupun konsumen bahwa bisnis ini masih ada dan bersiap untuk ditawarkan kepada mereka.

“Saya ingin katakan, saya rasakan sebagai seorang pengusaha properti, berbisnis di masa pandemi itu ibarat mengayuh sepeda. Meskipun kayuh kita (usaha kita) jalannya pelan, tetapi kita harus pastikan bahwa sepeda itu tetap berjalan. Dan tidak berhenti. Lakukanlah rutinitas seperti biasa, pastikan sepeda kita ibaratkan perusahaan tetap jalan, jangan terhenti,” katanya.

Dirinya menyadari, masa pandemi butuh tenaga ekstra untuk bangkitkan bisnis atau usaha. Sehingga dengan menjaga ritme, tetap berjalan, dan perkenalkan ke masyarakat atau khalayak publik luas produk usaha tersebut.

Dampak Covid19 terhadap bisnis properti, lanjut Simon, boleh dikatakan menghadapi masa kelam bagi pengusaha dan pengembang properti. Terjungkalnya perekonomian dalam negeri, membuat menurunnya penjualan perumahan sebagaimana salah salasatu andalan dalam bisnis properti.

“Rata-rata penjualan jatuh diangka 50 persen. Bayangkan betapa sulitnya. Akan tetapi, kita pengusaha memang sudah didik untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Dan sekarang, saya pikir sentimen vaksinasi sangat berpengaruh positif terhadap bisnis properti. Singkatnya, jika semua masyarakat telah vaksin dan membangun kekebalan kelompok, orang berkatifitas normal, ekonomi mulai membaik, bisnis properti utamanya sektor penjualan perumahan dan tanah akan ikut berpengaruh,” jelas Simon.

Akademisi Unismuh Makassar, Syamsu Risal mengatakan, tentu saja sentimen vaksinasi berdampak positif terhadap semua bisnis di tanah air. Sehingga, salah cara bangkitkan ekonomi di masa pandemi yaitu mendukung program vaksinasi pemerintah.

“Kita bahas sentimen vaksin terhadap bisnis ya, fokusnya ke properti dahulu ya. Hemat saya yakni mendorong vaksinasi dan perilaku taat protokol kesehatan. Ini dahulu kita sampaikan ke masyarakat. Bila ini sudah menyeluruh dilakukan masyarakat, perhatikan bisnis, ekonomi perlahan akan pulih,” katanya.

Syamsu Risal mengatakan, dari analisanya, sentimen vaksin akan berpengaruh terhadap daya minat masyarakat untuk memiliki properti. Apalagi, di Makassar penjualanan rumah subsidi dan komersil di Makassar sebelum covid19 melanda, sangat tinggi. Begitupun properti apartemen. Minatnya sangat tinggi.

Buktinya, lanjut Syamsu Risal, Makassar semakin tarik perhatian raksasa perusahaan properti seperti Podomoro Land Group dan Ciputra Group, telah lama berbisnis di Makassar.

“Bila kondisi ini telah normal, saya pikir pertumbuhan bisnis properti akan membaik. Minat masyarakat di Makassar dan Sulsel umumnya, sangat tinggi,” katanya.

Salah seorang konsumen perumahan komersil, Syukri Uki mengatakan, masa pandemi covid19 mebuatnya mulai berminat membeli sebuah rumah komersil di pinggiran wilayah Makassar.

Syukri, Laki-laki bekerja di perusahaan percetakan mengatakan, dampak mulai membaiknya ekonomi setelah efek vaksinasi, memutuskan dirinya membeli rumah pertamanya.

“Rumah pertama kami, saya dan istri, karena perlahan-lahan ekonomi mulai membaik, kami putuskan untuk beli rumah. Semoga pandemi covid19 ini berakhir. Semua usaha berjalan normal kembali,” katanya. (*)

Comment