Film The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy Tayang Perdana di Rotterdam, Angkat Latar Sensitif 1960-an

MEDIATA.ID — Film terbaru sutradara Hanung Bramantyo, The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy, resmi diperkenalkan ke publik internasional melalui pemutaran perdananya di International Film Festival Rotterdam 2026.

Berdasarkan informasi katalog festival, film ini mengambil latar Indonesia pada awal 1960-an, dengan pendekatan fiksi yang terinspirasi dari dinamika sosial di sekitar peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Dalam deskripsi kuratorial, film tersebut mengisahkan penyelidikan serangkaian kematian misterius yang terjadi secara berulang dengan pola tertentu. Seorang aparat ditugaskan mengungkap kasus tersebut, namun dalam prosesnya dihadapkan pada berbagai lapisan realitas yang kompleks, termasuk aspek psikologis dan sosial.

Pihak festival menggambarkan film ini sebagai karya yang memadukan unsur horor dan thriller dengan latar sosial-politik. Pendekatan tersebut digunakan untuk membangun narasi tanpa menempatkan film sebagai rekonstruksi sejarah secara langsung.

International Film Festival Rotterdam sendiri dikenal sebagai salah satu ajang perfilman internasional yang memberi ruang bagi karya-karya dengan pendekatan artistik dan tema yang beragam, termasuk isu-isu sosial yang sensitif.

Kehadiran The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy di forum tersebut menandai partisipasi sineas Indonesia dalam membawa cerita berlatar lokal ke panggung global melalui pendekatan sinematik yang lebih eksploratif.

Sejauh ini, film tersebut masih beredar dalam lingkup pemutaran festival dan belum memasuki distribusi komersial luas. (ai)

Comment