Sikat Praktik Titipan, Bulukumba Perketat Pengawasan Penerimaan Murid Baru 2026

MEDIATA.ID — Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Komitmen ini dikunci lewat penandatanganan pakta integritas bersama di sela-sela Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pemuda Bulukumba, Selasa (2/6/2026).

​Langkah taktis ini melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan (stakeholders) lintas sektor guna mengawal jalannya proses admisi pendidikan agar bersih dari intervensi negatif dan praktik penyimpangan.

​Adapun unsur yang terlibat dalam penandatanganan komitmen bersama ini meliputi:

  • ​Pemerintah Kabupaten Bulukumba (Eksekutif)
  • ​Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba
  • ​Aparat Penegak Hukum & Keamanan (TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri)
  • ​Organisasi Profesi Guru dan Unsur Jajaran Pendidikan

Poin-Poin Krusial Pakta Integritas SPMB 2026

​Dalam dokumen komitmen yang diteken tersebut, seluruh pihak menyatakan kesanggupan untuk menjalankan fungsi pengawasan melekat secara jujur dan profesional. Rangkaian poin utama yang disepakati bersama antara lain:

  1. Anti-Diskriminasi: Menjamin hak yang sama bagi seluruh calon peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
  2. Sanksi Tegas KKN: Menolak keras segala bentuk praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), serta aksi “titip-menitip” kuota bangku sekolah.
  3. Bebas Gratifikasi: Menutup rapat celah pungutan liar (pungli) atau pemberian materi dalam bentuk apa pun selama tahapan SPMB berlangsung.
  4. Kerahasiaan Data: Menjaga validitas dan kerahasiaan dokumen informasi para pendaftar guna menghindari manipulasi sistem zonisasi maupun jalur prestasi.

​Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penguatan sistem penerimaan ini. Pria yang akrab disapa Andi Utta itu meminta semua pihak konsisten di lapangan.

​“Mari kita sama-sama mengawal dan memegang teguh komitmen ini. Pelaksanaan SPMB di Bulukumba harus berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, tanpa diskriminasi, dan yang paling penting, tanpa gratifikasi,” tegas Andi Utta.

Jaminan Seragam Gratis dari Pemkab Bulukumba

​Guna meredam kecemasan masyarakat menjelang tahun ajaran baru, Bupati Andi Utta memastikan bahwa pemerintah daerah hadir langsung untuk meringankan beban finansial para orang tua murid, khususnya dari kalangan ekonomi rentan.

​Pemkab Bulukumba kembali mengucurkan program intervensi sosial berupa pemberian bantuan pakaian seragam sekolah secara gratis bagi siswa baru.

​“Tugas orang tua sekarang adalah memastikan anak-anak kita terdaftar di sekolah. Jangan ada keraguan, jangan ada rasa khawatir lagi soal biaya baju sekolah. Pemerintah daerah sudah siapkan seragam gratis,” pinta Bupati dengan nada optimis.

​Dengan adanya pengawalan ketat dari jajaran Forkopimda dan instansi pendidikan, Kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi ini optimistis proses SPMB 2026 dapat berjalan kondusif, tertib, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap mutu tata kelola pendidikan daerah. (*)

Comment