MEDIATA.ID — Gelaran Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung di Bira, Kabupaten Bulukumba pada 12–14 Juni 2026 mendatang, dipastikan menjadi panggung krusial bagi peta baru dunia usaha di Sulsel. Di tengah dinamika ekonomi yang menuntut akselerasi, sejumlah figur calon kuat mulai mencuat ke permukaan, salah satu yang paling santer diperbincangkan adalah pengusaha muda, H. Najmuddin, SE.
Pengusaha yang karib disapa Om Jojon ini ramai disebut-sebut sebagai representasi generasi pengusaha baru yang potensial menakhodai Kadin Sulsel. Rekam jejaknya di berbagai sektor kakap—mulai dari industri pertambangan, alat berat, hingga bisnis kuliner—membuat posisinya kian diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan kali ini.
Sebagai CEO TRK Holding, Najmuddin memimpin sejumlah lini bisnis strategis. Perjalanan kariernya yang merangkak dari bawah, dari level daerah hingga sukses menembus jaringan nasional dan internasional, dinilai menjadi modal kuat untuk membawa angin segar bagi Kadin Sulsel.
Meskipun namanya sempat memicu atensi publik di media sosial karena gaya hidupnya, di kalangan pelaku usaha, Najmuddin justru dipandang sebagai figur dengan visi bisnis yang matang. Ia dikenal agresif dan konsisten dalam mendorong iklim investasi serta industrialisasi di Sulawesi Selatan.
Salah satu manuver bisnisnya yang paling monumental terjadi pada Januari 2025 lalu. Saat itu, ia sukses meneken nota kesepahaman (MoU) fantastis senilai Rp1 triliun dengan raksasa asal China, Sunward Group. Kerja sama strategis ini difokuskan pada pengadaan alat berat guna menyokong proyek kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bagi Najmuddin, investasi bukan sekadar hitung-hitungan profit. Ia berulang kali menegaskan bahwa masuknya modal ke daerah harus linier dengan pembukaan lapangan kerja baru dan kesejahteraan masyarakat lokal.
”Indonesia punya potensi besar untuk tumbuh dengan dukungan sumber daya alam dan hilirisasi,” cetus Najmuddin dalam sebuah kesempatan, menggambarkan komitmennya pada penguatan ekonomi berdikari.
Pandangan visioner inilah yang membuat sebagian besar pelaku usaha optimistis bahwa dirinya mampu menjadi jembatan strategis antara kepentingan dunia industri dengan agenda pembangunan daerah.
Di sisi lain, Musprov VIII Kadin Sulsel diproyeksikan akan menjadi ruang konsolidasi akbar bagi para pelaku usaha di Sulawesi Selatan. Panitia pelaksana pun memastikan seluruh tahapan agenda penentu arah ekonomi Sulsel ini akan berlangsung secara terbuka dan demokratis.
Ketua Organizing Committee (OC) Musprov VIII Kadin Sulsel, Adnan Pratama, menggarisbawahi bahwa Musprov kali ini bukan sekadar rutinitas pergantian tongkat estafet kepemimpinan, melainkan momentum krusial untuk mempererat sinergi pengusaha dengan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
“Musprov ini momentum untuk melahirkan gagasan baru dan memperkuat kolaborasi dunia usaha dengan pemerintah daerah,” tegas Adnan.
Senada dengan itu, Ketua Steering Committee (SC) Musprov VIII Kadin Sulsel, Harmansyah, menegaskan komitmen panitia untuk menjaga jalannya forum tetap demokratis. Ia memastikan bahwa semua anggota yang memenuhi kriteria regulasi memiliki peluang dan hak yang sama untuk maju bertarung.
Berbekal jaringan bisnis internasional yang kuat, representasi pengusaha muda, serta keberpihakannya pada isu investasi global dan industrialisasi daerah, nama H. Najmuddin kini berada dalam radar utama bursa perebutan kursi Ketua Kadin Sulsel pada Musprov VIII mendatang. (*)

Comment