MEDIATA.ID — Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua disambut langsung oleh jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin Yafid, di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Sabtu (17/5) pagi waktu setempat.
Jemaah yang baru tiba ini berasal dari embarkasi Padang dan Jakarta. Sebanyak 423 jemaah dari Padang tiba menggunakan maskapai Lion Air LNI 3080, disusul oleh 393 jemaah dari Jakarta (JKG) dengan Garuda Indonesia GA 7329.
Turut hadir menyambut kedatangan jemaah, Konjen RI di Jeddah Yusron B. Ambary, Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M. Hanafi, dan Kadaker Bandara Muhammad Basir.
“Ini merupakan kedatangan perdana gelombang kedua jamaah dari Tanah Air langsung ke Jeddah. Alhamdulillah, sesuai ketentuan yang telah kita sampaikan sebelumnya, seluruh jamaah sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi. Ini demi efisiensi waktu saat akan melaksanakan umrah wajib,” ujar DR. Bunyamin Yafid.
Setibanya di bandara, jemaah langsung diarahkan menuju Makkah oleh pihak syarikah untuk menjalani prosesi ibadah berikutnya. Mereka tampak menunjukkan berbagai ekspresi haru, mulai dari senyum bahagia hingga sujud syukur. Salah satunya Saltumah (70), jemaah asal Serang, Banten, yang tak kuasa menahan air mata saat menginjak Tanah Suci setelah puluhan tahun menanti.
Untuk mendukung kelancaran proses pemindahan dan pelayanan, setiap jemaah dibekali pita warna sebagai penanda embarkasi, baik di koper maupun pergelangan tangan. Jemaah juga diminta untuk selalu membawa kartu Nusuk—identitas resmi jemaah selama di Arab Saudi—yang menjadi syarat masuk Masjidil Haram dan lokasi ibadah lainnya. Bagi yang belum memilikinya, kartu identitas sementara dari syarikah atau visa haji resmi dapat digunakan sebagai pengganti.
Setelah istirahat di hotel, jemaah akan melaksanakan umrah wajib dan melanjutkan rangkaian ibadah di Makkah menjelang puncak haji, yaitu wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.

Comment