MEDIATA.ID — Gangguan pada aplikasi BYOND by BSI yang terjadi sejak Minggu, 1 Juni 2025, menyebabkan banyak nasabah mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi. Salah satu warga yang terdampak adalah Wahyu Majiah, yang terpaksa berutang untuk membayar makan siangnya akibat aplikasi yang tidak dapat diakses.
Menurut laporan yang dikutip dari Kompas.com, Wahyu awalnya tidak menyadari gangguan ini hingga ia hendak membayar makanan di sebuah kafe di Jakarta. Saat mencoba melakukan transaksi melalui aplikasi BYOND, ia mendapati layanan tidak dapat digunakan. Karena tidak membawa uang tunai, Wahyu akhirnya harus meminjam uang dari temannya agar dapat melunasi pembayaran tersebut.
“Saya baru sadar ada gangguan saat hendak membayar makan di kafe. Karena saldo di aplikasi tidak bisa diakses, saya terpaksa berutang ke teman,” ujar Wahyu, seperti dikutip dari Kompas.com.
Kasus serupa juga dialami oleh Fauzan (29), yang mengalami kendala saat ingin membeli makan siang. Akibat tidak bisa mengakses dana di aplikasi BYOND, ia pun harus meminjam uang dari rekannya agar dapat memenuhi kebutuhannya.
Menanggapi gangguan ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan bahwa gangguan terjadi akibat proses optimalisasi layanan untuk meningkatkan kualitas sistem. BSI juga memastikan bahwa sejak Senin, 2 Juni 2025 pukul 11.37 WIB, seluruh fitur aplikasi telah kembali normal dan transaksi bisa dilakukan seperti biasa.
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah selama gangguan berlangsung. Saat ini, aplikasi BYOND sudah kembali normal dan dapat digunakan untuk transaksi,” tulis pernyataan resmi BSI.
Gangguan ini menjadi pengingat betapa pentingnya stabilitas layanan perbankan digital, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada aplikasi untuk kebutuhan sehari-hari. Ke depan, perbankan diharapkan dapat lebih memperkuat sistemnya agar gangguan serupa tidak kembali terjadi. (*)

Comment