MAKASSAR, MEDIATA.ID — Bukan tanpa alasan. Muslimin Marwas memilih tagline itu. Untuk usaha bakmienya. Sebab, hampir semua testimoni pelanggan memang mengatakan; bakmienya enak loh..
Belum lagi terjadinya banyak repeat order. Ini juga yang mengindikasikan bakmie Japparong disukai.
Bakmie Japparang memang pendatang baru di pusaran bisnis kuliner Kota Makassar. Tapi, dalam waktu singkat, sudah mampu menyedot perhatian para bakmie lover Kota Daeng.
Meskipun di tengah suasana pandemi covid-19. Tetapi Sang Owner Muslimin Marwas terus berusaha, menggeliat, mencari inovasi baru, dan difrensiasi produk. Sehingga Bakmie Japparong mampu menyesuaikan kondisi yang ada.
Muslimin berusaha mengurangi dampak pandemi ini terhadapa laju kembang usahanya.
Pria kelahiran Parepare ini, mengaku justeru usahanya ini lahir di tengah suasana pandemi. Dengan ide dan tekad yang kuat, Muslimin beserta istri berani merintis usaha di tengah pandemi. Di saat banyak usaha sejenis yang tiarap bahkan banyak yang gulung tikar.
Bakmie Japparong yang terkenal dengan taglinenya “ENAK MENTONG TAWWA BAKMIENYA, HATI-HATI, SEKALI COBA KETAGIHAN” ini, terletak di
Jalan. Dg. Tata 1, Makassar, Sulawesi Selatan.
Resmi dibuka usai perayaan Idul Adha lalu, Juli 2020,
“Awal mula berdirinya warung ini memang sedikit kesulitan, karena adanya pandemi ini.Terutama dari segi pemasaran. Yang sebagin besar dialihkan ke sistem online. Dan saat itu omzet pendapatan yang masih minim,” kata Muslimin, saat hadir dalam diskusi dengan jajaran manajemen Harian Ujung Pandang Ekspres, Kamis (09/12/20).
“Awal_awal pembukaannya memang sedikit kesulitan, karena bisa dibilang usaha ini masih sangat baru, jadi belum terlalu dikenal masyarakat Makassar,” katanya.
Saat ditanya mengapa dirinya berani membangun bisnis di tengah pandemi ini, Muslimin hanya mengakui bermodalkan tekad yang kuat dan berani saja memulai.
“Yang penting berani dulu berbuat, membuat satu inovasi yang beda di tengah pandemi ini, kan memang bakmie ini masih terbilang kuliner baru bagi masyarakat Kota Makassar, jadi saya berani membuat suatu terobosan baru ini, agar kita tidak terkurung oleh pandemi ini,” ungkapnya.
Pasca meredahnya pandemi ini, memasuki akhir tahun ini, diakui Muslimin, pendapatan dan penjualan bakmie Japparong beranjak mulai normal.
“Bahkan sekarang banyak yang sudah mengenal Bakmie Japparong karena memang strategi pemasaran kami juga bermain di sosial media, seperti instagram, melakukan endorse di beberapa akun sosial media terkemuka Kota Makassar, yah, dengan tujuan supaya semakin banyak masyarakat mengetahui, ” katanya.
“Alhamdulilah, sekarang sehari sudah bisa laku 50 sampai 60 mangkuk bakmie kami,” Pendapatan saat ini di akuinya sudah mulai normal.
“Intinya, kalau mauki berbisnis kuliner, haruski kasih enak memang makanan ta, kasih beda ki, biar cepat dan banyak diketahui masyarakat luas,” ujarnya.(*)

Comment