MAKASSAR, MEDIATA.ID — Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) didukung oleh Women’s Democracy Network dan International Republican Institute dan kerjasama dengan Kaukus Perempuan Sulawesi Selatan serta Kaukus Perempuan Politik Sulawesi Selatan melaksanakan Women’s Inspire.
Women’s Inspire Edisi #7 dimulai pada pukul 16.00 WITA dipandu oleh Musdalifa sebagai host dan menghadirkan narasumber yakni Nurkanita Maruddani Kahfi selaku Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan.
Women’s Inspire Edisi #7 mengangkat tema “Pemuda dan Pandemi”. Women’s Inspire dilaksanakan secara virtual melalui live streaming di Instagram Lskp.id. Serta, diikuti dan ditonton oleh followers LSKP dan followers dari Nurkanita.
Musdalifah selaku host membuka bahasan dialog dengan perkenalan Women’s Inspire, pemaparan profil narasumber dan dialog interaktif bersama narasumber.
Diawal sesi Nurkanita sedikit menjelaskan tentang profil KNPI yang patronnya lembaganya bergerak di berbagai bidang. Nurkanita juga berkomentar tentang virus covid-19 di Indonesia dengan harapan pemuda dan negara untuk maju di garis terdepan agar berkontribusi melawan virus COVID-19. Pemuda diharapkan memiliki pemikiran yang kritis agar tetap melakukan langkah-langkah antsipasi dalam menghadapi COVID-19.
“Salah satu tantangannya adalah kurangnya support untuk memberikan ruang bagi pemuda ruang agar dapat berdiskusi tentang teori-teori konspirasi COVID-19 sebagi edukasi untuk masyarakat. Pemuda identik dengan kreatifitas dan inovasi. Dalam satu tahun terakhir KNPI melakukan berbagai Gerakan dalam mengedukasi masyarakat, seperti melakukan konseling gratis, sterilisasi dan disinfektan pada tempat-tempat sarana umum, sosialisais kampanye melalui media sosial terkait uaya penstabilan ekonomi masyarakat.”, ungkap Nurkanita selaku Ketua DPD KNPI Sulsel.
Nurkanita menjelaskan bahwa dengan bergabung di KNPI Sulsel dapat memberikan motivasi sendiri kepada dirinya dan banyak belajar terkait kebijaksanaan. Nurkanita juga beranggapan dalam memandang persoalan patriarki di masyarakat bahwa sudah tidak menemukan pendiskriminasian kaum perempuan. Perempuan sudah mulai disupport dan dihormati. Namun, masih ada juga sebagian kecil laki-laki yang berpandangan primitif dengan masih memandang perempuan sebelah mata.
“Pandemi ini memunculkan inovasi yang terbarukan bagi pemuda di era distrupsi mampu menghadirkan inovasi sebagai bentuk jawaban dalam menghadapi masalah pandemi. Harapannya, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan hinngga ke pelosok desa dengan memanfaatkan hasil alam untuk dapat dipasarkan di skala nasional bahkan global.”, ungkapi Nurkanita kepada sahabat publik.
Nurkanita mengungkap bahwa KNPI Sulsel mendorong percepatan vaksinasi sebgai langkah antisipasi menghadapi COVID-19. Konteknya pemuda harus menjadi percontohan. Harapannya upaya ini menjadi solusi dalam percepatan stabilitas perekonomian di Sulawesi Selatan.
Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah di masa pandemi juga diungkap oleh Nurkanita. Penjelasan tentang sudah banyak sektor yang menyediakan akses bagi yang terkena dampak dari pandemi COVID-19, salah satunya adalah bantuan modal bagi pengusaha yang terdampak.
Sudah ada pula beberapa program yang dilaksanakan oleh SKPD dibidangnya untuk instruksi dalam menggerakan stabilitas ekonomi masyarakat. Namun, ada juga beberapa yang hanya sekedar seremonial saja yang dampaknya tidak begitu efektif. Maka dari itu harus tetap melihat manfaat dari suatu program.
Nurkanita memandang bahwa pemuda yang baik adalah pemuda yang selalu mensupport kebijakan pemerintah. Performa masa depan ditentukan oleh bagaimana hari ini membangun karakter kedewasaan. Seorang pemuda berada di poros tengah menjadi aktor sebagai problem solver untuk hal-hal yang aktual pada pemerintah dan masyarakat. Pemuda harus bertindak dan bergerak dengan nafas kekompakan.
Pada sesi tanya jawab, Nurkanita menanggapi terkait budaya patriarki yang sudah tidak begitu terlihat. Perempuan sudah mulai memperlihatkan prestasinya. Pemuda yang harus kritis dan selektif terhadap isu-isu tentang COVID-19.
Nurkanita juga sedikit memberi insight terkait tantangan yang dihadapi adalah adanya perubahan pola sosial, pemuda harus bisa mengolah dan memanfaatkan era digitalisasi untuk membuka akses. solusi yang ditawarkan dengan sama-sama bisa membuat inovasi.
Nurkaita menutup dialog Women’s Inspire dengan harapan untuk pemerintah yang harusnya juga memberikan solusi yang efektif dalam menjawab permasalahan di tengah COVID-19.
Nurkanita juga mengharapkan peran aktif dari segenap pemuda untuk mendorong optimalisasi program pemerintah. Pemuda dan pandemi merupakan dua hal yang memberi peranan agar tetap optimis dan support agenda dan kebijakna pemerintah. (*)

Comment