BONE, MEDIATA.ID — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Agustus 2021 di Bone, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Jaga Bersama Ruang Digital Kita”.
Webinar kali ini dipandu oleh Artha Senna sebagai moderator dan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu peneliti Mafindo, Cahya Suryani; pengamat media sosial Komunikonten & CEO Global Influencer School, Hariqo Satria; dosen sekaligus peneliti LSPR Lestari Nurhajati; serta pemengaruh, Runi Virnita. Kegiatan webinar yang kembali digelar di Bone ini diikuti oleh 646 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Materi pertama dibawakan oleh Cahya Suryani yang menyampaikan tema “Peneliti Mafindo”. Menurut dia, media sosial merupakan layanan daring yang memungkinkan warganet dapat memposisikan diri sebagai pembuat, penyebar, dan pengamat konten yang berupa teks, gambar, audio, serta video. “Berhati-hatilah dalam bermedia sosial agar agar terhindar dari ancaman cyberstalking, penipuan identitas, aktivitas blackmailing, serta menjaga citra diri,” jelasnya.
Selanjutnya, Runi Virnita menyampaikan paparan berjudul “Cara Berinteraksi dan Berkolaborasi di Ruang Digital Sesuai Etika”. Ia mengatakan, untuk memanfaatkan internet secara optimal perlu kolaborasi, misalnya membangun bisnis daring, konten, serta pembuatan karya agar terbangun jaringan yang lebih luas. Selain itu, perlu etika agar kehidupan dunia maya tetap nyaman, aman, dan tentram. “Pikirkan matang-matang sebelum melakukan sesuatu di media sosial,” ujarnya.
Pemateri ketiga, Lestari Nurhajati, memaparkan materi bertema “Mengenal UU ITE terkait Membangun Budaya Digital yang Santun”. Menurut dia, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah mengatur kehidupan masyarakat di dunia maya mulai dari ketentuan penyelenggaraan hingga sanksi pidana bagi para pelanggarnya. Untuk menjadi warganet yang selaras UU ITE serta Pancasila mesti bijak menggunakan internet dan selalu berpikir kritis akan setiap konten yang diterima. “Kita dapat mengkritisi apa yang ada media daring, tidak semua yang ditampilkan benar adanya,” katanya.
Adapun Hariqo Satria, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sekitar 14 juta anak di bawah usia 13 tahun yang telah memiliki akun media sosial. Sayangnya, sebagian besar orang tua di Tanah Air kurang mempedulikan sisi keamanannya. “Cara menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kecanduan media sosial, ya solusinya dengan hapus saja akunnya,” imbuhnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Salah satu peserta, Robi Setiawan, bertanya tentang upaya apa yang bisa dilakukan untuk menularkan kecakapan digital kepada orang lain. Cahya Suryani menanggapi, hal positif yang dapat ditularkan orang lain misalnya mengenalkan fitur-fitur keamanan serta mengajarkan memilah informasi yang beredar di media sosial.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comment