Prancis Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Tim Pertama yang Selalu Mencetak 3 Gol dalam Lima Laga Beruntun

MEDIATA.ID – Timnas Prancis tak hanya melaju meyakinkan ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026, tetapi juga mengukir sejarah baru yang belum pernah dicapai negara mana pun sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1930.

Kemenangan telak 3-0 atas Swedia di babak 32 besar menjadi penegas superioritas Les Bleus. Lebih dari sekadar tiket ke fase berikutnya, hasil tersebut membawa skuad asuhan Didier Deschamps mencatat rekor fenomenal sebagai tim pertama dalam sejarah Piala Dunia putra yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam lima pertandingan berturut-turut.

Catatan tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa lini serang Prancis sepanjang turnamen, sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara dunia.

Lima Pertandingan, Lima Kali Cetak Minimal Tiga Gol

Rekor bersejarah itu dibangun melalui rangkaian hasil impresif sejak laga pembuka hingga babak gugur.

Berikut catatan pertandingan Prancis:

  • Argentina 3-3 Prancis
  • Prancis 3-1 Senegal
  • Prancis 3-0 Irak
  • Norwegia 1-4 Prancis
  • Prancis 3-0 Swedia

Dalam lima pertandingan tersebut, Prancis berhasil mencetak 16 gol, atau rata-rata 3,2 gol per laga.

Produktivitas tersebut menjadi yang terbaik di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026 hingga babak 32 besar berakhir.

Bukan Hanya Mbappé

Ketajaman Prancis memang identik dengan nama Kylian Mbappé, yang kembali menjadi pembeda saat menghadapi Swedia melalui dua golnya.

Namun kekuatan Les Bleus tidak hanya bertumpu pada sang kapten.

Gol demi gol juga lahir dari pemain lain seperti Bradley Barcola, sementara lini depan Prancis masih dihuni sederet pemain berkualitas seperti Michael Olise, Ousmane Dembélé, Randal Kolo Muani, hingga Marcus Thuram.

Variasi serangan inilah yang membuat pertahanan lawan kesulitan mengantisipasi pola permainan Prancis.

Serangan Datang dari Berbagai Arah

Produktivitas tinggi Prancis bukan terjadi secara kebetulan.

Saat menghadapi Swedia, sebagian besar peluang berbahaya lahir melalui sisi kanan lapangan. Kombinasi kecepatan para pemain sayap dengan pergerakan Mbappé di kotak penalti membuat pertahanan lawan terus berada dalam tekanan.

Pergantian posisi antarpemain depan juga menjadi senjata utama Didier Deschamps untuk membongkar organisasi pertahanan lawan.

Pola tersebut membuat Prancis tidak bergantung pada satu jalur serangan, melainkan mampu menciptakan ancaman dari kedua sisi lapangan maupun melalui kombinasi umpan-umpan pendek di area tengah.

Efektif di Depan Gawang

Selain agresif menyerang, Prancis juga menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi.

Mereka tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi mampu mengonversi peluang menjadi gol dengan rasio yang sangat baik.

Ketenangan para penyerang saat memasuki sepertiga akhir lapangan menjadi salah satu pembeda terbesar dibanding tim-tim lain di turnamen ini.

Tantangan Berikutnya Menanti

Dengan rekor bersejarah tersebut, kepercayaan diri Les Bleus dipastikan meningkat menjelang babak 16 besar.

Namun tantangan yang dihadapi dipastikan akan semakin berat karena seluruh tim yang tersisa merupakan lawan dengan kualitas tinggi.

Jika mampu mempertahankan produktivitas seperti lima pertandingan terakhir, peluang Prancis untuk kembali melangkah hingga partai final terbuka sangat lebar.

Bagi para pesaing, statistik ini menjadi peringatan bahwa Les Bleus bukan hanya memiliki lini serang tajam, tetapi juga konsistensi yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia.


Fakta Menarik

  • Prancis menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia putra yang mencetak minimal tiga gol dalam lima pertandingan berturut-turut.
  • Total gol dalam lima laga: 16 gol.
  • Rata-rata gol per pertandingan: 3,2 gol.
  • Kylian Mbappé terus menjadi motor serangan, tetapi produktivitas Les Bleus juga didukung banyak pencetak gol lain, menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa.

Comment