Tanggap Bencana, BPBD Pinrang Simulasi dan Pelatihan SAR

PINRANG, MEDIATA.ID-Kabupaten Pinrang, tercatat sebagai wilayah yang paling sering terjadi bencana alam. Bencana banjir kerapkali berdampak pada keselamatan yang mengancam jiwa manusia.

Hal ini dikatakan DR. Rhommy Manule, M.Si Kepala Pelaksana BPBD Pinrang, yang menjadi dasar bagi BPBD Pinrang melakukan pelatihan dan simulasi Search and Rescue (SAR) yang bekerjasama dengan Karang Taruna Kabupaten Pinrang sebagai pembekalan bagi potensi relawan SAR SOS Pinrang,

Mengambil tempat di Kelurahan Samaturue, Kecamatan Tiroang, potensi relawan SAR SOS Karang Taruna Kecamatan Tiroang, melakukan pembekalan taktikal bagi para anggota dengan pembawa materi dari BPBD Pinrang dan Tim Reaksi Cepat (TRC), pada Ahad (29/1/23).

“Pembekalan ini merupakan wujud potensi generasi muda dari SAR SOS Karang Taruna Kecamatan Tiroang yang sadar dan terpanggil untuk melakukan tugas kemanusiaan penanganan bencana dan penyelamatan korban bencana, utamanya di wilayah ini yang paling sering terjadi bencana banjir,” tutur A.Pawelloi Nawir, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pinrang.

Pelatihan dan simulasi Water Rescue ini, diikuti 20 orang potensi SAR SOS Karang Taruna Kecamatan Tiroang yang terbagi atas pembekalan kelas dengan materi penguasaan rafting boat, bantuan hidup darurat (basic life emergency) dan pembekalan praktek simulasi pencarian, pertolongan dan evakuasi korban di sungai .

Simulasi water rescue, dilakukan di Sungai Arresie, Tiroang. Dipilihnya Kecamatan Tiroang, mengingat dari kewilayahan, termasuk wilayah atensi rawan bencana alam banjir.

“Sesuai data kejadian bencana alam Pusdalops BPBD Pinrang, di Kecamatan Tiroang, merupakan wilayah yang selalu terjadi bencana banjir bahkan mengorbankan jiwa, korban hanyut dan tenggelam terseret arus luapan banjir.
Kejadian ini sempat terjadi di akhir bulan Desember tahun 2022 lalu,” jelas Dr. Rhommy Manule, Kepala Pelaksana BPBD Pinrang.

Pelatihan ini merupakan upaya untuk membekali generasi muda dari unsur SAR SOS Karang Taruna, agar lebih tanggap, tangkas dan tangguh menghadapi dan mengantisipasi potensi bencana alam yang rawan mengancam keselamatan jiwa manusia, bahkan dapat merusak lingkungan baik pemukiman, dan fasilitas umum yang merugikan warga masyarakat.

“Semoga dengan pelatihan dan simulasi SAR ini, kita dapat lebih mengenal dan menguasai keselamatan diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita jika terjadi potensi rawan bencana alam.
BPBD Pinrang mengajak kepada kita semua lebih utamakan dan budayakan masyarakat tangguh bencana dan sadar selamat. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat itu kunci utama mitigasi bencana dan terhindar dari rawan bencana alam,” tegas Kalaksa BPBD Pinrang, Dr. Rhommy Manule saat arahan menutup kegiatan pelatihan dan simulasi pencarian dan pertolongan korban bencana alam di aliran sungai (water rescue), penyelamatan dalam air, Kunci Rhommy. (Nasution)

Comment