MAKASSAR, MEDIATA — Pandemi membuat segala sektor terpukul. Tidak terkecuali koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Pemerintah dituntut untuk melakukan pendampingan maksimal, agar pengusaha kecil tetap bisa bertahan.
Hal ini yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel. Sebuah Focus Group Discussion dihadirkan sebagai upaya meningkatkan daya saing koperasi dan UKM Sulsel. 100 peserta hadir pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Sultan, Jalan Sultan Alauddin, Rabu, 14 Juli dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat.
Kepala Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Diah mengatakan, pada kegiatan ini para peserta terlebih dahulu diberikan materi terkait strategi meningkatkan daya saing koperasi dan UKM. Terutama bagaimana promosi dan memasarkan produk bidang usaha masing-masing.
“Jadi kita berikan materi berupa pemahanan terkait strategi peningkatan daya saing. Saya pikir ini penting, agar pelaku koperasi dan UKM bisa terpacu untuk bisa lebih maju meskipun di tengah pandemi,” jelasnya.
Selanjutnya, para peserta diberikan kesempatan untuk berbicara. Segara keluhan dan unek-unek bisa dituangkan lewat FGD tersebut. Kemarin, para peserta cukup antusiasi mengeluarkan pendapat.
“Responsnya luar biasa. Kita memang berharap FGD ini bisa menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, termasuk menyampaikan masalah yang dihadapi. Hasil FGD ini, kita rumuskan rekomendasi untuk kita tindak lanjuti termasuk teruskan ke pusat jika itu berkaitan dengan kebijakan di pusat,” lanjut Diah.
Seorang peserta, Emil dari UKM Forum Grab menyampaikan keluhannya terkait program pemerintah yang kurang menyentuh pelaku koperasi dan UKM. “Pusat memang merancang program pemberdayaan UKM, ujung-ujungnya program itu dipihakketigakan dan UKM di bawah tidak dapat,” keluhnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal menyampaikan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pendampingan bagi koperasi dan UKM. Selama ini, tidak sedikit koperasi yang berkembang pesat. Ia berharap, hal itu bisa menular bagi pelaku yang lainnya.
“Tak hanya FGD, kita juga rutin buat pelatihan. Seperti pembuatan kemasan, pemasaran dan strategi lainnya. Intinya pandemi jangan sampai membuat semua pelaku koperasi dan UKM makin terpuruk,” katanya. (*)

Comment